Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Strategi pengembangan koperasi syariah berbasis teknologi finansial : studi kasus pendekatan interpretasi struktural modelling

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Perbankan Syariah•8 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTAK Skripsi ini berjudul “Strategi Pengembangan Koperasi Syariah Berbasis Teknologi Finansial Dengan Kasusu Pendekatan Interptetatif Structural Modelling (Studi Kasus: KKSPN Kota Bukittinggi)” yang disusun oleh Laila Sari Nim 3321101 Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah membawa perubahan besar dalam dunia keuangan, khususnya dalam hal kemudahan akses, efisiensi layanan, serta transparansi transaksi. Inovasi ini memberikan peluang besar bagi lembaga keuangan, termasuk koperasi syariah, untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Namun, tidak semua koperasi mampu mengadopsi teknologi ini secara optimal. Banyak di antaranya masih menggunakan sistem manual atau belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk beralih ke sistem digital. Salah satu contoh nyata adalah Koperasi Konsumen Syariah Pegawai Negeri (KKSPN) di Kota Bukittinggi. Meskipun koperasi ini memiliki aset yang besar dan jumlah anggota yang banyak, operasionalnya masih dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala seperti potensi kesalahan data, lambatnya proses pelayanan, dan keterbatasan dalam pelaporan. Selain itu, sistem fintech yang tersedia di pasaran belum tentu sesuai dengan karakteristik koperasi dan kebutuhan para anggotanya, yang sebagian besar belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam kegiatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan koperasi syariah berbasis fintech yang sesuai dengan kondisi riil koperasi seperti KKSPN. Untuk itu, digunakan pendekatan Interpretative Structural Modelling (ISM), yaitu metode pemodelan yang dapat mengidentifikasi hubungan antar elemen penting dalam suatu sistem secara terstruktur. Pendekatan ini melibatkan proses identifikasi faktor-faktor kunci, penyusunan matriks hubungan, dan pembentukan struktur hierarki untuk melihat tahapan prioritas pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fintech di KKSPN dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tiga aspek utama: kesiapan sumber daya manusia (SDM), pemetaan kebutuhan dan literasi anggota koperasi, serta dukungan infrastruktur teknologi. SDM perlu dibekali dengan pelatihan agar siap mengelola sistem baru. Di sisi lain, anggota koperasi juga harus diberdayakan melalui edukasi digital agar dapat memanfaatkan layanan fintech secara mandiri dan efektif. Infrastruktur seperti jaringan internet, perangkat lunak yang sesuai, serta sistem keamanan data juga menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital. Dengan strategi yang tepat, implementasi fintech di koperasi tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan transparansi, kecepatan layanan, dan kenyamanan bagi anggota. Pendekatan ISM terbukti mampu merancang roadmap digitalisasi koperasi syariah secara sistematis dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan koperasi syariah berbasis teknologi, tidak hanya di KKSPN tetapi juga di koperasi lain yang memiliki tantangan serupa. Kata Kunci; Koperasi Syariah, Teknologi Finansial, Interpretatif Struktural Modelling, Strategi Pengembangan, KKSPN.

Kata kunci

Kata Kunci; Koperasi Syariah, Teknologi Finansial, Interpretatif Struktural Modelling, Strategi Pengembangan, KKSPN.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Strategi pengembangan koperasi syariah berbasis teknologi finansial : studi kasus pendekatan interpretasi struktural modelling2025 · oai:ais:skripsi:17915

Publikasi terkait