Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

LAILA SARI

2 karya publik ditemukan.

2025: 12019: 1

Strategi pengembangan koperasi syariah berbasis teknologi finansial : studi kasus pendekatan interpretasi struktural modelling

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTAK Skripsi ini berjudul “Strategi Pengembangan Koperasi Syariah Berbasis Teknologi Finansial Dengan Kasusu Pendekatan Interptetatif Structural Modelling (Studi Kasus: KKSPN Kota Bukittinggi)” yang disusun oleh Laila Sari Nim 3321101 Program Studi S1 Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah membawa perubahan besar dalam dunia keuangan, khususnya dalam hal kemudahan akses, efisiensi layanan, serta transparansi transaksi. Inovasi ini memberikan peluang besar bagi lembaga keuangan, termasuk koperasi syariah, untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Namun, tidak semua koperasi mampu mengadopsi teknologi ini secara optimal. Banyak di antaranya masih menggunakan sistem manual atau belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk beralih ke sistem digital. Salah satu contoh nyata adalah Koperasi Konsumen Syariah Pegawai Negeri (KKSPN) di Kota Bukittinggi. Meskipun koperasi ini memiliki aset yang besar dan jumlah anggota yang banyak, operasionalnya masih dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel. Kondisi ini menimbulkan berbagai kendala seperti potensi kesalahan data, lambatnya proses pelayanan, dan keterbatasan dalam pelaporan. Selain itu, sistem fintech yang tersedia di pasaran belum tentu sesuai dengan karakteristik koperasi dan kebutuhan para anggotanya, yang sebagian besar belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam kegiatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan koperasi syariah berbasis fintech yang sesuai dengan kondisi riil koperasi seperti KKSPN. Untuk itu, digunakan pendekatan Interpretative Structural Modelling (ISM), yaitu metode pemodelan yang dapat mengidentifikasi hubungan antar elemen penting dalam suatu sistem secara terstruktur. Pendekatan ini melibatkan proses identifikasi faktor-faktor kunci, penyusunan matriks hubungan, dan pembentukan struktur hierarki untuk melihat tahapan prioritas pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fintech di KKSPN dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tiga aspek utama: kesiapan sumber daya manusia (SDM), pemetaan kebutuhan dan literasi anggota koperasi, serta dukungan infrastruktur teknologi. SDM perlu dibekali dengan pelatihan agar siap mengelola sistem baru. Di sisi lain, anggota koperasi juga harus diberdayakan melalui edukasi digital agar dapat memanfaatkan layanan fintech secara mandiri dan efektif. Infrastruktur seperti jaringan internet, perangkat lunak yang sesuai, serta sistem keamanan data juga menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi digital. Dengan strategi yang tepat, implementasi fintech di koperasi tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan transparansi, kecepatan layanan, dan kenyamanan bagi anggota. Pendekatan ISM terbukti mampu merancang roadmap digitalisasi koperasi syariah secara sistematis dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan koperasi syariah berbasis teknologi, tidak hanya di KKSPN tetapi juga di koperasi lain yang memiliki tantangan serupa. Kata Kunci; Koperasi Syariah, Teknologi Finansial, Interpretatif Struktural Modelling, Strategi Pengembangan, KKSPN.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANGNYA MINAT NASABAH MENGGUNAKAN E-MONEY (Studi Kasus TapCash BNI Syariah KC Bukittinggi)

2019 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kurangnya Minat Nasabah Menggunakan E-Money (Studi Kasus Tapcash Bni Syariah Kc Bukittinggi)”, oleh Oktavia Laila Sari, NIM: 3315.216. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui dan menganalisa faktor- faktor yang menyebabkan kurangnya minat nasabah menggunakan E-Money studi kasus TapCash BNI Syariah KC Bukitinggi. Latar belakang penulis mengambil judul ini adalah Penggunaan e-money memiliki banyak kemanfaatan, antara lain transaksi pembayaran menjadi lebih cepat dan efisien, pencatatan data keuangan personal secara otomatis lebih aman, dan mendorong personalisasi yang lebih baik dari layanan perbankan. Dengan banyaknya kemanfaatan yang diberikan dari e-money, tentunya dapat membantu dan menguntungkan masyarakat yang menggunakan e-money, namun nasabah yang menggunakan produk e-money itu masih sedikit sekali. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan, wawancara yang telah dituangkan dalam bentuk transkrip, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwasanya ada tiga faktor menyebabkan kurangnya minat nasabah menggunakan e-money, yaitu faktor penyampaian informasi, faktor kecendrungan masyarakat dalam menggunakan uang, faktor ketersediaan merchant, ketiga faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Ketika penyampaian informasi terkait e-money dari pihak bank kepada nasabah sudah maksimal maka akan menarik minat nasabah untuk bertransaksi menggunakan e-money, selanjutnya pihak bank perlu mengadakan kerjasama dengan merchant-merchant yang ada di kota bukittinggi seperti pertamina, ramayana, houseware, agar menyediakan fasilitas e-money untuk kemudahan dalam bertransaksi.