Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

PRAKTEK PEMANFAATAN LAHAN PADA JUAL BELI UBI DI TANJUNG BASUNG II, KECAMATAN BATANG ANAI, PADANG PARIAMAN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG FIQH MUAMALAH

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul "Praktek Pemanfaatan Lahan pada Jual Beli Ubi di Tanjung Basung II, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman Ditinjau dari Sudut Pandang Fiqh Muamalah" ditulis oleh Rara Wulandari, NIM 1221040, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktek jual beli ubi secara borongan yang disertai dengan pemanfaatan lahan oleh pembeli di Korong Tanjung Basung II, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, serta meninjau praktek tersebut dari perspektif fiqh muamalah. Jual beli ubi dilakukan saat ubi masih dalam tanah dan belum dipanen, dengan harga ditentukan berdasarkan ukuran batang ubi dan perkiraan hasil panen. Setelah panen, pembeli memanfaatkan lahan untuk menanam sayur, sementara pemilik lahan harus menunggu lama untuk mengolah kembali lahannya. Praktek ini menimbulkan ketidakjelasan (gharar) karena akad awal hanya menyebutkan jual beli ubi tanpa mencakup pemanfaatan lahan setelah panen, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan potensi kerugian bagi pemilik lahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis difokuskan pada aspek hukum Islam terkait jual beli dan pemanfaatan lahan dalam fiqh muamalah, khususnya mengenai syarat dan rukun jual beli serta larangan terhadap transaksi yang mengandung gharar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek jual beli ubi borongan di Tanjung Basung II mengandung unsur gharar yang bertentangan dengan prinsip jual beli syariah karena tidak adanya kejelasan dalam akad mengenai pemanfaatan lahan setelah panen. Hal ini menyebabkan ketidakadilan bagi pemilik lahan yang tidak memperoleh manfaat dari pemanfaatan lahan pasca panen. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian akad agar transaksi berjalan sesuai dengan prinsip fiqh muamalah, menghindari unsur gharar, dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Kata kunci

Jual beli, pemanfaatan lahan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PRAKTEK PEMANFAATAN LAHAN PADA JUAL BELI UBI DI TANJUNG BASUNG II, KECAMATAN BATANG ANAI, PADANG PARIAMAN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG FIQH MUAMALAH2025 · oai:ais:skripsi:17651

Publikasi terkait