Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ ANALISIS PRAKTEK TADLISH KUANTITAS JUAL BELI KELAPA SAWIT MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (studi kasus di jorong IV Koto, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat)”. Di susun oleh Jefry Saputra NIM 3217029. Skripsi Mahasiswa Prodi Ekonomi Isalam (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang mengangkat judul ini karena melihat masih ada nya kecurangan di dalam transaksi jual beli kelapa sawit dalam melakukan penakaran/penimbangan oleh pedagang (toke). Dan salah satu cara yang di lakukan oleh pedagang (toke) adalah dengan memainkan tibangan dengan cara menambah dan mengurangi timbangan terhadap hasil panen buah kelapa sawit petani tidak melakukan penimbangan dengan adil dan jujur saat menimbang kelapa sawit. Permasalahan yang penulis bahas dalam skirpsi ini adalah menganalisis praktek tadalish kuantitas jual beli kelapa sawit menurut perspektif ekonomi islam di jorong IV koto, kecamatan kinali, kabupaten pasaman barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun informen dalam penelitian ini adalah pedagang (toke) dan petani kelapa sawit yang melakuan transaksi jual beli kelapa sawit. Sedangkan untuk teknik analisa data penulis menggunakan analisis kualitatif. Penelitian ini untuk mengetahui apa saja yang berkaitan analisis praktek tadlish kuantitas jualbeli kelapa sawit menurut perspektif ekonomi isalam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Penggunaan dan proses peninbangan dalam jual kelapa sawit, menggunakan penimbangan jembatan dengan cara menimbang kelapa sawit lansung dengan truknya sekaligus hasil timbangan di potong sebanyak 5-7% dan menggunakan penimbangan gantung yang melikiki kapasitas timbangan 110 Kg lalu di potong sebanyak 8 Kg ini di sebut juga potongan air dan keranjang sehingga mendapatkan berat bersih 102 kg berat bersihnya. bahwa ada terjadi prektek tadlis kuantitas dalam jual beli kelapa sawit. Penipuan terkait penekaran/penimbangan, yang mana pada kegitan penimbangan yang di lakukan pedagang yang menggunakan timbangan gantung mengurangi takaran/timbangn pada hasil panen kelapa sawit milik petani dan melebihikan timbangan kepada pedagang sehingga petani menjadi dirugikan, hal ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam dan tidak ada nilai ke adilan dan kejujuran dalam pelaksanan penimbangan kelapa sawit yang di lakukan pedagang sehingga ada yang dirugian.