Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa khususnya yang ditinjau dari adversity quotient (AQ). Hal tersebut terlihat dari prestasi Indonesia di kancah internasional dalam TIMSS (Trends in mathematics and science study) pada tahun 2015 yang menempati peringkat 44 dari 49 negara dengan skor 397. Dimana soal-soal yang digunakan di TIMSS adalah soal-soal yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi termasuk berpikir kritis. Berdasarkan observasi dan wawancara di SMPN 3 Pariaman diketahui kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, dimana masih banyak siswa yang belum mampu untuk menyelesaikan soal yang diberikan dan tidak mau berusaha dalam menyelesaikan jawaban untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 3 Pariaman ditinjau dari adversity quotient (AQ). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu 3 orang siswa kelas VIII SMPN 3 Pariaman yang memiliki tipe AQ yang berbeda-beda, yaitu 1 siswa dengan tipe AQ quitter, 1 siswa dengan tipe AQ camper, dan 1 siswa dengan tipe AQ climber. Instrumen yang digunakan adalah instrument utama yaitu peneliti sendiri dan instrument pendukung yaitu soal tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari adversity quotient yaitu siswa dengan tipe AQ quitter mampu memenuhi 1 indikator kemampuan berpikir kritis yaitu menginterpretasi. Siswa dengan tipe AQ campermampu memenuhi 3 indikator kemampuan berpikir kritis yaitu menginterpretasi, mengevaluasi dan menginferensi. Siswa dengan tipe AQ climber mampu memenuhi 4 indikator kemampuan berpikir kritis yaitu menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi dan menginferensi.