Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Perkembangan Penafsiran Buya Hamka Terhadap QS. Ibrahim Ayat 7 (Analisis Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Lisan Buya Hamka pada Channel YouTube Bukittinggi: Album Kenangan Dakwah)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•8 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Penafsiran al-Qur’an terus berkembang dari masa ke masa dan bahasannya semakin meluas karena di era moderen ini manusia tengah memasuki era digital. Salah satu ulama tanah Air yaitu Buya Hamka yang telah berhasil menulis karya tafsir lengkap 30 juz yang bernama kitab tafsir Al-Azhar, kemudian ia meluaskan dedikasi keilmuannya dalam bentuk kuliah subuh, dan ceramah yang direkam melalui radio dan kaset pada masanya, bahkan masyarakat mempublikasikan sampai pada media sosial sekarang ini. Oleh karena itu, maka penyampaian dan hasil penafsirannya berbeda antara tafsir yang telah ditulis dengan tafsir lisannya, karena media yang dipakai juga berbeda. Penelitian ini bartujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi perkembangan penafsiran dan faktor-faktor penyebab perkembangan penafsiran buya Hamka. Penelitian berfokus pada tafsir tulis Al-Azhar dan tafsir lisan channel YouTube Bukittinngi: Album Kenangan Dakwah, yang membahas perkara syukur dan kufur. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan penyajian deskriptif-analitis. Adapun data primer yang digunakan adalah kitab tafsir Al-Azhar dan channel YouTube Bukittinngi: Album Kenangan Dakwah. Data sekunder berasal dari artikel, jurnal, skripsi, tesis maupun tulisan- tulisan yang relevan dengan topik bahasan. Teori kelisanan Walter J. Ong yang digunakan penulis sebagai pisau analisisnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, penafsiran buya Hamka pada tafsir tulis lebih rinci dan konsisten terhadap penyusunan mushaf utsmani. Metode penafsiran disajikan dengan metode tahlili (analisis), sedangkan metode penafsiran yang dipakai pada tafsir lisan disajikan dengan metode maudhu’i (tematik). Namun bahasa yang dipakai pada tafsir lisan lebih mudah dipahami meski dalam penjelasannya tidak selengkap tafsir tulis. Kedua, perkembangan makna yang terdapat dalam tafsir lisan tidak hanya berisi pengulangan dari penafsiran yang telah ditulis pada kitab tafsir, tetapi ditemukan penjelasan makna-makna baru yang belum ada pada saat kitab tafsir ditulis. Maksud ayatnya sinkron, sehingga tidak kontradiksi antara fungsi historis dengan fungsi perkembangan makna. Secara garis besar, surah Ibrahim berbicara tentang hakikat syukur dan kufur, sebagai bentuk perlakuan seseorang terhadap nikmat yang diberikan oleh Tuhan.

Kata kunci

Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Lisan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Perkembangan Penafsiran Buya Hamka Terhadap QS. Ibrahim Ayat 7 (Analisis Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Lisan Buya Hamka pada Channel YouTube Bukittinggi: Album Kenangan Dakwah)2024 · oai:ais:skripsi:16593

Publikasi terkait