Abstrak
Skripsi ini ditulis oleh Yulisa Masyafitri NIM. 2122299 dengan judul “Aktualisasi Konsep Pendidikan Perempuan Perspektif Buya Hamka dalam Penguatan Peran Perempuan sebagai Al-Madrasah Al-Ula”, pada Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perempuan-perempuan yang belum mendapatkan pendidikan yang disebabkan oleh faktor ekonomi, serta adanya diskriminasi gender dalam mendapatkan pendidikan. Alasan yang mendasari diskriminasi gender adalah masih melekatnya budaya patriarki dalam tatanan sosial masyarakat Indonesia. Berdasarkan permasalahan tersebut maka pentingnya untuk mewujudkan konsep pendidikan perempuan sebagai Al-Madrasah Al-Ula pada tokoh-tokoh Islam di Indonesia seperti Buya Hamka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan perempuan dalam perspektif Buya Hamka, serta untuk menganalisis aktualisasi konsep pendidikan perempuan perspektif Buya Hamka dalam penguatan peran perempuan sebagai Al-Madrasah Al-Ula. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan kualitatif, jenis kepustakaan (library research) dengan menggunakan analisis konten secara tematik. Berdasarkan hasil penelitian, konsep pendidikan perempuan menurut Buya Hamka adalah perempuan memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam dan memegang peranan penting dalam membangun keluarga, masyarakat, dan peradaban. Kemudian konsep-konsep pendidikan perempuan menurut Buya Hamka juga berisikan mengenai tujuan pendidikan perempuan, kurikulum pendidikan perempuan, dan metode pembelajaran pendidikan perempuan. Pada tujuan pendidikan perempuan adalah bentuk dalam memikul tanggung jawab beragama, mengokohkan aqidah dan ibadah, yang secara tdak langsung akan menciptakan perempuan-perempuan yang shalihah sehingga dapat mempersiapkan generasi-generasi yang betaqwa di masa yang akan datang. Kurikulum pendidikan perempuan dengan menggunakan Al-Qur’an dan hadis yang dijadikan sebagai pedoman dalam membentuk karakter anak. Kemudian metode pembelajaran yang digunakan adalah melalui penalaran akal yang salah satunya dengan menggunakan metode kisah-kisah. Serta menggunakan metode pembiasaan berupa senantiasa selalu untuk melaksanakan shalat dari waktu ke waktu, sejak dari kecil sampai akhir hayat. Kemudian Buya Hamka memiliki tiga gagasan untuk memperkuat aktualisasi konsep pendidikan perempuan dalam penguatan peran perempuan sebagai Al-Madrasah Al-Ula yang terdapat dalam Buku Buya Hamka. Gagasan utamanya ialah pendidikan perempuan perspektif Buya Hamka bertujuan untuk membentuk perempuan yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab, perempuan dalam perspektif Buya Hamka sebagai pendidik pertama yang menentukan kualitas generasi, dan perempuan dalam perspektif Buya Hamka memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, pendidikan, dan masyarakat.