Abstrak
ABSTRAK Suci Ramadhani, Nim (4516016), Hakikat Manusia Menurut Pandangan Buya Hamka, Skripsi Sarjana (S1) Prodi Aqidah dan Filsafat Islam IAIN Bukittinggi, 2020. Pembimbing: Dr. Syafwan Rozi, M.Ag . Hakikat manusia adalah memahami bagaimana sifat manusia, dilihat dari berbagai aspek kehidupan. Hakikat perbuatan manusia menurut Buya Hamka ialah diciptakan sendiri, karena manusia dibekali akal oleh Allah SWT. Dengan itulah manusia dapat menimbang baik dan buruknya suatu perbuatan. Berdasarkan latar belakang inilah penulis bermaksud untuk meneliti dan mengkaji pemikiran yang telah disampaikan oleh Buya Hamka dengan batasan masalah yaitu: 1) Bagaimana pandangan Buya Hamka tentang proses penciptaan manusia? 2) Bagaimana pandangan Buya Hamka tentang hakikat manusia? Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), yang objek penelitiannya adalah pandangan tokoh tentang hakikat manusia. Sedangkan pendekatan penelitiannya adalah deskriptif-analitik. Data diperoleh dari sumber- sumber karangan Buya Hamka dan buku-buku, jurnal, Al-Qur’an dan hadist serta pendapat para ulama terkait dengan tema. Hasil penelitian diketahui bahwa 1) menurut Buya Hamka, bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani, diciptakan sebagai khalifah dan untuk mengabdi kapada Allah SWT. Ada tiga hakikat manusia: Basyar, bahwa manusia adalah makhluk biologis. Al-insan, bahwa manusia adalah khalifah atau pemikul amanah. Al-nas, bahwa manusia adalah makhluk sosial. 2) hakikat manusia dalam konsep Islam adalah yang diciptakan oleh Allah SWT, memiliki berbagai potensi untuk tumbuh berkembang menuju kepada kesempurnaan. 3) konsep hakikat manusia dan fungsi penciptaannya dalam alam semesta harus sepenuhnya diakomodasi dalam perumusan teori-teori tentang pengetahuan Islam yang rasional.