Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Penafsiran Hamka tentang Ayat-ayat Fi Qulubihim Maradh: Kajian Tematik dalam Tafsir Al-Azhar dan Relevansinya terhadap krisis moral kontemporer

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•5 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Adib Abdullah Fikri, NIM 4121030, Judul Skripsi: “Penafsiran Hamka Tentang Ayat-Ayat Fi Qulubihim Maradh: Kajian Tematik Dalam Tafsir Al-Azhar Dan Relevansinya Tehadap Krisis Moral Kontemporer”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Krisis moral kontemporer merupakan fenomena serius yang ditandai oleh melemahnya nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan individu maupun sosial. Al-Qur’an menggambarkan kondisi ini melalui ungkapan fi qulubihim maradh (dalam hati mereka ada penyakit), yang menunjukkan adanya kerusakan batin berupa penyakit rohani seperti kemunafikan, keraguan, iri hati, dengki, dan kecenderungan mengikuti hawa nafsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Buya Hamka tentang ayat-ayat fi qulubihim maradh dalam Tafsir Al-Azhar serta menelaah relevansinya dalam menjawab krisis moral kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode tafsir tematk (maudhu’i) dengan mengikuti tujuh langkah yang dirumuskan oleh ‘Abd Al-Hayy Al-Farmawi, serta didukung oleh analisis deskriptif-analisis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an, buku mengenai penyakit hati, dan kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka tentang ayat-ayat fi qulubihim maradh, sedangkan sumber data sekunder nya berasal dari buku, jurnal, kitab, dan sumber data lainnya yang relevan dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengklasifikasikan fī qulubihim maradh sebagai penyakit mental-spiritual yang bermanifestasi dalam bentuk sifat ragu (syak), iri hati, ‘ujub, dan riya. Penyakit ini bersumber dari lemahnya iman dan dominasi syahwat yang menutup mata hati. Relevansi pemikiran Hamka terhadap krisis moral kontemporer terlihat pada analisisnya mengenai kemunafikan modern yang mewujud dalam praktik korupsi, penyebaran hoaks (fenomena radio lutut), dan hilangnya amanah dalam jabatan. Hamka menawarkan solusi berupa penguatan tauhid dan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) sebagai fondasi utama untuk memperbaiki integritas moral masyarakat di tengah tantangan zaman.

Kata kunci

fi qulubihim maradh, Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, Tazkiyatun Nafs, krisis moral.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penafsiran Hamka tentang Ayat-ayat Fi Qulubihim Maradh: Kajian Tematik dalam Tafsir Al-Azhar dan Relevansinya terhadap krisis moral kontemporer2026 · oai:ais:skripsi:19440