Abstrak
Ibrahim dengan NIM : 4119060 judul Skripsi “Analisis Tematik Ayat- Ayat Tentang Pergantian Sian dan Malam Perspektif Tafsir AL Azhar”. Fakultas Ushuluddin Adab dan Da’wah, UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI 2025. Fenomena pergantian siang dan malam merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyyah yang mengandung pesan ilmiah, filosofis, dan spiritual. Dalam AlQur'an, peristiwa ini disebutkan berulang kali sebagai tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau berpikir dan bersyukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ayat-ayat tentang pergantian siang dan malam melalui pendekatan tematik (tafsir maudhu’i) dan menganalisisnya menurut perspektif Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka. Adapun rumusan masalah yang dikaji mencakup: (1) bagaimana penafsiran ayat-ayat pergantian siang dan malam menurut Tafsir alAzhar; (2) bagaimana relevansi penafsiran Buya Hamka dengan fenomena tersebut; dan (3) bagaimana sintesis antara penafsiran tafsir dan pendekatan sains dalam mengungkap makna filosofis dan spiritual dari pergantian siang dan malam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) dan dianalisis menggunakan metode maudhu’i yang terdiri atas enam langkah menurut Dr. Zulheldi. Data diperoleh dari sumber primer seperti Al-Qur'an dan Tafsir al-Azhar, serta sumber sekunder berupa literatur ilmiah dan tafsir-tafsir lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa Buya Hamka menafsirkan pergantian siang dan malam sebagai tanda kekuasaan dan keesaan Allah yang mengajak manusia untuk merenung, bersyukur, dan beribadah. Tafsir Al-Azhar menunjukkan corak sufistik-moralistik yang kontekstual, sekaligus membuka ruang dialog antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Sintesis antara tafsir dan sains menghasilkan pemahaman yang utuh, bahwa fenomena alam tidak hanya berdimensi empiris, tetapi juga menjadi media pendidikan spiritual bagi manusia. Temuan ini menguatkan posisi tafsir Al-Azhar sebagai karya tafsir modern yang mampu menjembatani pesan-pesan ilahiah dengan perkembangan sains, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan tematik dalam mengkaji fenomena alam dalam Al-Qur’an secara lebih mendalam dan relevan.