Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini dibuat oleh DWI REGA RENLI, 4515.016, dengan judul Konsep Akal dan Wahyu Dalam Islam (Perbandingan Pemikiran Harun Nasution dan Buya Hamka) Prodi Akidah Dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi. Akal dan wahyu memiliki kontribusi dalam kehidupan manusia karena dua hal tersebut merupakan jalan untuk memeperoleh ilmu pengetahuan dalam memecahkan permasalahn yang terjadi dalam kehidupan. Akal merupakan alat untuk memahami isi kandungan wahyu, sedangkan wahyu sebagai pedoman bagi akal supaya akal tidak tersesat dari jalannya. Dengan demikian, akal dan wahyu memiliki hubungan yang sangat erat dalam perjanan hidup manusia. Realitas keberagamaan di Indonesia saat ini umumnya bersifat takhlid (ikut-ikutan), tidak mengunakan akal dan wahyu di dalam beragama. Dua tokoh pemikiran di Indonesia yang menarik untuk dibahas bagaimana pemikiran Harun Nasution dan Buya Hamka mengenai akal dan wahyu dalam Islam. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian pustaka dengan mengambil sumber datanya dengan menelaah buku-buku Harun Nasution dan Buya Hamka yang bersangkutan dengan akal dan wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep akal dan wahyu dalam Islam menurut Harun Nasution dan Buya Hamka dengan mengunakan pendekatan filosofis yaitu penelitian secara kritis, radikal, sistematis dan mendalam terhadap pemikiran kedua tokoh. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Harun Nasution dan Buya Hamka merupakan tokoh pembaharuan dalam Islam yang sama-sama menjunjung tinggi akal dan memuliakan akal manusia. Harun Nasution dan Buya Hamka dalam setiap pemikirannya selalu bersumber kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Menurut keduanya bahwa antara akal dan wahyu adalah sejalan dan serasi.Menurut Harun Nasution akal dapat mengetahui ke empat permasalahan di atas sedangkan menurut Buya Hamka akal dapat mengetahui Tuhan mengetahui baik dan buruk sedangkan yang berhubungan dengan kewajiban menurut Buya Hamka wahyu yang lebih banyak berfungsi.