Abstrak
Latar belakang dari penelitian ini didasari oleh kondisi di SMK Negeri 1 Ampek Angkek pada siswa kelas X yaitu kekurangan dalam penggunaan model dan metode pembelajaran PAI yang dilakukan pendidik masih kurang bervariasi. Selama ini proses pembelajaran dalam mata Pelajaran PAI cenderung pasif dan membosankan sehingga kurangnya perhatian dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI. Para siswa lebih cenderung mengobrol dengan temannya. Pendidik lebih sering terjebak dengan metode konvesional yaitu berpusat pada guru yang mengandalkan metode ceramah sehingga menyebabkan peserta didik merasa bosan dan bahkan kurang memperhatikan pembelajaran dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai dan hasil belajar siswa sangat rendah dalam mata Pelajaran PAI. Sehingga dengan demikian penelitian ini akan menerapkan model pembelajaran Cooperative Group Investigation (GI) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dan membandingkan hasil belajar PAI siswa dengan menggunakan kedua model tersebut. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMK Negeri 1 Ampek Angkek yang berjumlah 295 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas Busana 1 dengn 20 siswa dan Busana 1 dengan 20 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes dan dianalisis dengan uji prasyarat dan uji independent sample t test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa terdapat perbandingan hasil belajar PAI siswa antara menggunakan model GI dan TSTS yang dibuktikan dengan hasil uji independent sample t test yaitu nilai sig 0.001 0.05 dan nilai t hitung > t tabel, yaitu 3.568 > 2.023.