Abstrak
Skripsi ini berjudul “Persepsi non-Muslim Dalam Penggunaan Pengeras Suara Rumah Ibadah Muslim di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota” karya yang ditulis atas nama Fajri Yasin NIM . 4619064 Progran Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah menemukan persepsi masyarakat non-Muslim dalam penggunaan pengeras suara rumah ibadah Muslim yang ada di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat non-Muslim dalam penggunaan pengeras suara rumah ibadah Muslim di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian ini di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Pinisepuh yang non-Muslim dan masyarakat non-Muslim, sedangkan informan pendukung yaitu Kepala Jorong, Pengurus masjid dan mushala, Masyarakat Muslim serta Pinisepuh yang beragama Islam. Data penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan untuk melakukan pengamatan mengenai penggunaan pengeras suara rumah ibadah Muslim. Kemudian metode wawancara dilakukan melalui tanya jawab antara dua orang atau lebih. Sedangkan metode dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan bukti berupa video, foto, rekaman, dan dokumen-dokumen lainnya. Hasil penelian tentang “Persepsi non-Muslim Dalam Penggunaan Pengeras Suara Rumah Ibadah Muslim di Jorong Purwajaya Nagari Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota” yaitu Hasil dari penelitian ini yaitu, masyarakat Jorong Purwajaya mempersepsikan pengeras suara sebagai bentuk ekspresi keagaamaan yan harus di hormati. Hal ini bisa dilihat dari: Pertama, persepsi pribadi maupun persepsi bersama masyarakat Jorong Purwajaya yang mencerminkan penerimaan terhadap penggunaan pengeras suara rumah ibadah Muslim, dengan mengedepankan rasa toleransi dan pengertian antarumat beragama. Kedua, tidak adanya stereotipe negatif yang berkembang di tengah masyarakat Jorong Purwajaya, sebaliknya stereotip positif yang berkembang di tengah masyarakat seperti simbol kebhinekaan dan penghargaan terhadap keanekaragaman ekspresi beragama. Ketiga, tidak ditemukannya prasangka negatif dalam penggunaan pengeras suara rumah ibadah Muslim di Jorong Purwajaya.