Abstrak
Skripsi ini berjudul “Persepsi Mahasiswi PAI Tentang Etika Pergaulan Mahasiswi PAI Angkatan 2023 di UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi” ditulis oleh Yusi Kurnia NIM. 2121151, Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi.2025. Penelitian ini mengkaji Persepsi Mahasiswi PAI Tentang Etika Pergaulan Mahasiswi PAI Angkatan 2023 di UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dalam kehidupan di lingkungan kampus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswi PAI tentang etika pergaulan mahasiswi PAI angkatan 2023 di UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Serta untuk mengetahui bagaimana mahasiswa/I PAI mengimplementasikan etika pergaulan dalam kehidupan di lingkungan kampus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswi PAI di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penarikan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Adapun hasil penelitian mengenai Persepsi Mahasiswi PAI Tentang Etika Pergaulan Mahasiswi PAI Angkatan 2023 di UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi menunjukkan bahwa: Pada umumnya, mahasiswi PAI dan terkhususnya mahasiswi PAI angkatan 2023 di UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi sudah menerapkan etika pergaulan dengan baik. Persepsi mahasiswi PAI tentang penerapan etika pergaulan mahasiswi yang baik dengan cara mengucapkan assalamualaikum, dan tersenyum pada saat bertemu, meminta izin dengan kata-kata seperti izin, mohon maaf atau permisi apabila melakukan sesuatu yang memerlukan untuk mendapatkan persetujuan dari orang yang berwenang atau memiliki hak atas suatu hal, pada saat mendahului ketika berjalan dengan sedikit menunduk, tidak membeda-bedakan latar belakang dalam bergaul. Bahkan dengan latar belakang yang berbeda-beda mereka menjadikan itu sebagai dasar dalam saling membantu dan saling menghormati, tidak menyamaratakan cara berbicara dengan dosen/staf yang lebih tua dari mereka dengan cara mereka berbicara kepada teman sebaya yang tentunya hal itu sangat berbeda baik itu dalam intonasi berbicara, tutur kata yang di gunakan dan juga ekspresi saat berbicara. tidak saling menghina apabila menemukan perbedaan dalam pergaulan sehari-hari serta tidak saling membenci dan iri hati apabila ada orang lain yang memiliki kelebihan atau kekurangan. Kata Kunci: Persepsi/Pandangan, Etika Pergaualan Mahasiswi.