Abstrak
Penelitian ini berjudul : Optimalisasi Strategi Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Jamah Umrah pada Tridaya Tour and Travel Kota Bukittinggi yang ditulis oleh Muhammad Ikram, Nim. 3620034, Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih sedikit jamaah yang mendaftar ke Tridaya cabang Kota BBukittingg, karena banyaknya pesaing yang lebih dikenal dan telah lama berdiri di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana strategi pemasaran yang digunakan oleh Tridaya, serta apa saja alternatif strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah jamaah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tridaya Bukittinggi telah menerapkan strategi bauran pemasaran (marketing mix) dengan unsur 7P dengan baik walaupun masih terdapat beberapa kekurangan. Adapun dalam upaya meningkatkan jumlah jamaah pada Tridaya bukittinggi perlu dilakukan optimalisasi strategi pemsaran dengan menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan diagram SWOT, Tridaya Bukittinggi berada pada kuadran 1 (positif, positif) antara garis kekuatan dan peluang, posisi ini merupakan situasi yang menguntungkan, sehingga strategi yang bisa digunakan adalah mendukung strategi agresif atau growth oriented strategy. Dari Matriks SWOT, menunjukkan bahwa skor kekuatan+peluang (SO) adalah yang paling mendominasi. Maka strategi utama yang digunakan yaitu strategi SO dengan memaksimalkan pemasaran digital untuk memperkenalkan kekuatan yang dimiliki, semakin meningkatkan kualitas dan variasi produk, menekankan kepada calon jamaah akan kestabilan harga paket yang dimiliki Tridaya, memberikan diskon dan promo yang menarik, memberikan tawaran yang menarik kepada para affiliator, serta meningkatkan kualitas dan proses layanan yang dimiliki. Kemudian dilanjutkan dengan strategi ST, kemudian WO, dan WT.