Abstrak
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Peran Usaha Ekonomi Kreatif Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Muslim (Studi Kasus: Rumah Bordir Dan Sulaman Muda Mandiri Di Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kota Bukittinggi)”. Disusun oleh Ayu Lestari NIM 3219120. Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi karena masih kurangnya skill dan keterampilan dalam membuat bordir dan sulaman, dan kurangnya minat anak-anak muda zaman sekarang dalam melestarikan bordir dan sulaman tradisional Bukittinggi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran usaha ekonomi kreatif dalam penyerapan tenaga kerja muslim dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja muslim pada usaha ekonomi kreatif Rumah Bordir dan Sulaman Muda Mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran usaha ekonomi kreatif dalam penyerapan tenaga kerja muslim pada usaha Rumah Bordir dan Sulaman Muda Mandiri di Kelurahan Kubu Gulai Bancah Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian adalah Pemilik usaha Rumah Bordir dan Sulaman Muda Mandiri. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data (data reduction), Penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion/verying). Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapat bahwa usaha ekonomi kreatif Rumah Bordir dan Sulaman Muda Mandiri memiliki peranan dalam penyerapan tenaga kerja, yakni berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu juga berperan dalam peningkatan pendapatan, memiliki peran dalam menambah kekayaan intelektual, berperan dalam melestarikan budaya, juga berperan dalam mendorong ekspor produk dimana semakin banyak produksi untuk ekspor ataupun penjualan dalam negeri akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Ada beberapa faktor penentu dalam penyerapan tenaga kerja pada usaha Rumah Bordir dan Sulaman Muda Mandiri yakni pertama faktor upah tenaga kerja dimana apabila tingkat upah yang ditawarkan dinilai tidak mencukupi oleh pekerja maka pekerja tersebut tidak akan menerima pekerjaan yang ditawarkan sebaliknya ada juga pekerja yang bekerja dengan tingkat upah berapapun. Kedua keterampilan yang dimiliki, dimana pekerja setidaknya harus memiliki keterampilan dasar dalam membuat bordir dan sulaman. Ketiga nilai investasi semakin tinggi nilai investasi yang dilakukan pada alat-alat produksi maka akan semakin banyak memerlukan tenaga kerja. Keempat nilai produksi yang mana semakin banyak produksi maka akan semakin banyak pula tenaga kerja yang diserap.