Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

Ritual Hari Kematian Rajo Nan duo Selo dan Rajo Buek di Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung (1973-2015)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•9 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Annisa Rahmi, Nim. 4418023 dengan judul skripsi “Prosesi Kematian Rajo Nan Duo Selo dan Rajo Buek Di Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung” Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Permasalahan pada Prosesi Kematian Rajo Nan Duo Selo dan Rajo Buek di Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung adalah 1. Marato’i jenazah rajo yang meninggal, sedangkan dalam ajaran agama Islam, menangisi jenazah secara berlebihan bahkan sampai meratap tidak diperbolehkan. 2. Arakan silek galombang, talempong dan pukulan gendang pacik yang tidak sesuai dengan ajaran dalam Islam. Skripsi ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam permasalahan Prosesi Kematian Rajo Nan Duo Selo dan Rajo Buek di Nagari Padang Laweh. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yang lokasi penelitiannya adalah di Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung. Setelah dilakukan penelitian, penulis mendapatkan sumber seperti lirik atau isi bacaan Maratok yang dibaca ketika Marato’i mayat saat akan turun dari rumah, dan pidato yang dibaca ketika pertukaran gelar. Selain itu penulis juga mendapatkan surat pernyataan dari ketiga Rajo di Nagari Padang Laweh yang diketahui Wali Nagari Padang Laweh, bahwa tradisi ini memang dilaksanakan di Nagari Padang Laweh. Hasil penelitian dari Prosesi Kematian Rajo Nan duo Selo dan Rajo Buek di Nagari padang Laweh adalah: 1. Marato’i Mayat Katurun Rumah dilakukan sebelum mayat keluar dari rumah duka dan dibawa ke rumah gadang. Marato’i mayat dilakukan oleh beberapa orang yang terdiri dari kaum perempuan dan membacakan syair-syair yang menyedihkan. 2. Pertukaran gelar (diiringi dengan silat dan arakan talempong serta gendang). Pertukaran gelar dilakukan di ruah gadang suku dan di tanah mulia. 3. Baarak kapandam (ke kuburan) juga dengan arakan talempong dan gendang.

Kata kunci

Kematian, Prosesi, Rajo

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Ritual Hari Kematian Rajo Nan duo Selo dan Rajo Buek di Nagari Padang Laweh Kabupaten Sijunjung (1973-2015)2022 · oai:ais:skripsi:10685

Publikasi terkait