Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama JONI HIDAYAT NIM. 4515007 berjudul “Tradisi Ayun Bareh di Nagari Kuamang Kampung Air Panjang Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman”. Program studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi 2020. Terdapat dua fokus yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana Prosesi Tradisi Ayun Bareh di Kampung Air Panjang ?, (2) Bagaimana Pandangan Aqidah Islam terhadap tradisi Ayun Bareh di Kampung Air Panjang ?. Untuk menjawab semua dari permasalahan yang ada, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sehingga data-data yang diperoleh di lapangan dijelaskan secara deskriptif, mendalam dan menyeluruh. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Kampung Air Panjang ini ditemukan bahwa masyarakat Kampung Air Panjang mempunyai sebuah tradisi yang dilakukan untuk memperingati hari kematian seseorang yang telah meninggal pada hari ketujuh, ketiga puluh, keempat puluh dan keseratus. Akan tetapi masyarakat yang melaksanakan tradisi belum memahami nilai-nilai keagamaan yang terkandung didalamnya. Yang menjadi fokus penelitian dari penelitian yang dilakukan yaitu pandangan Aqidah Islam terhadap tradisi Ayun Bareh serta pandangan masyarakat mengenai tradisi Ayun Bareh. Sedangkan yang menjadi objek dari penelitian ini yaitu tokoh agama (ulama) dan masyarakat Kampung Air Panjang yang masih melaksanakan tradisi Ayun Bareh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara kualitatif yang meliputi wawancara serta observasi secara langsung (partisipan) dan tidak langsung (non-partisipan). Hasil penelitian yang ditemukan yaitu (1) adanya tahap-tahap yang dilakukan dalam tradisi Ayun Bareh yaitu dengan mempersiapkan alat atau instrumen yang digunakan dalam prosesi tradisi Ayun bareh dari alat yang digunakan hingga ke pakaian adat yang harus dikenakan, (2) tradisi atau adat istiadat seperti Ayun Bareh dapat digolongkan sebagai suatu ritual atau kebiasaan masyarakat yang mendekati ke syirik, karena adanya kepercayaan bahwa dengan melakukan tradisi Ayun Bareh dapat mengganti setiap amalan Puasa dan amalan Shalat yang ditinggalkan oleh seseorang yang sudah meninggal, meskipun bacaan dan kalimat yang digunakan dalam pelaksanaan atau prosesi tradisi Ayun Bareh itu adalah ayat Al-Qur’an serta Tahlil.