Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Murabahah Usaha Mikro ( Studi Kasus Pada BMT Agam Madani Nagari Kapau)” disusun oleh Febria Nur Annisa dengan NIM 3318002, Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Murabahah Usaha Mikro yang dilakukan oleh BMT Agam Madani Nagari Kapau dalam menarik minat nasabah. Dari sisi produk, BMT Agam Madani Nagari Kapau kurang mengembangkan produk-produk baru yang inovatif. Promosi yang dilakukan dalam bentuk sederhana berupa media cetak seperti spanduk dan brosur, penjualan pribadi (Personal Selling), dan Lokasi BMT Agam Madani Nagari Kapau strategis. Banyaknya lembaga keuangan sekarang ini menjadikan ketatnya persaingan dalam menawarkan suatu produk, sehingga ini menyebabkan salah satu kendala di BMT Agam Madani Nagari Kapau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana BMT Agam Madani Nagari Kapau memasarkan produk pembiayaan murabahah pada usaha mikro, strategi meningkatkan produk pembiayaan murabahah, apa saja kendala yang dihadapi dalam melakukan strategi pemasaran produk pembiayaan dalam meningkatkan jumlah nasabah, serta untuk mengetahui bagaimana BMT Agam Madani Nagari Kapau memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian penulis melakukan analisis data dengan menggunakan analisis TWOS, analisis matrik IFE dan EFE, matrik TWOS, serta analisis tabel bobot skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran produk pembiayaan murabahah yang diterapkan oleh BMT Agam Madani Nagari Kapau yang paling tepat untuk menguasai pasar adalah strategi W-O (Weaknesses-Opportunity) dengan total bobot skor sebesar 4,26. Strategi ini mampu menggunakan kelemahan yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang ada diantaranya menambah sumber daya manusia untuk marketing funding, promosi yang dilakukan marketing funding dapat merebut hati nasabah, posisi yang mudah dijangkau oleh nasabah, dan kebutuhan pembiayaan murabahah usaha mikro mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir dengan dana yang masih minim.