Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran daring yang di jalani dalam rangka bertujuan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring mengakibatkan dosen ataupun mahasiswa tidak bisa tatap muka dan belajar dari rumah masing-masing. Disini terdapat banyak kesulitan yang dialami mahasiswa terutama masalah jaringan yang kurang memadai bagi sejumlah besar mahasiswa terlebih bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian metode kualitatif yakni penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati, atau dengan kata lain penelitian kualitatif adalah penelitian yang mengkaji data secara mendalam tentang semua kompleksitas yang ada dalam konteks penelitian tanpa menggunakan skema berpikir statistik. Hasil dari penelitian ini adalah terlihat bahwa mahasiswa sangat kesulitan terhadap pembelajaran daring dikarenakan faktor jaringan yang kurang memadai, karena faktor tersebut mahasiswa kesulitan untuk mengikuti pembelajaran dan akhirnya kurang paham terhadap pelajaran yang diberikan. Pembelajaran daring dalam pelaksanaannya dengan menggunakan sosial media seperti WAG, Zoom, Classroom dan juga Scholoogy. WAG menjadi sosial media yang lebih efektif jika dilihat dari segi kemudahan untuk terhubung ke jaringan karena WAG sangat murah akan kuota dan tidak perlu jaringan yang kencang untuk dapat terhubung. Jika dilihat dari segi kemudahan untuk berkomunikasi dengan dosen. Zoom sangat efektif karena dengan memakai Zoom mahasiswa benar – benar bisa belajar seperti pembelajaran tatap muka lalu di tampilkan power point untuk menjelaskan materi pelajaran. dan jika dilihat dari pembelajaran yang terstruktur, Classroom lebih efekif dikarenakan semua sudah tersusun baik disana, seperti misal dalam pengambilan absen tidak akan terjadi bentrokan pengisian dengan teman lain berbeda dengan pengambilan absen melalui WAG, dan juga untuk pengumpulan tugas, karena Classroom tidak harus terhubung dengan jaringan yang bagus, maka sangat mudah mengaksesnya, berbeda dengan pengumpulan tugas melalui Ecampuss, belum lagi akses masuk Ecampuss yang terkadang sulit, untuk terhubung ke Ecampuss pun harus memerlukan jaringan yang bagus. Perkuliahan terlaksana dengan baik tergantung pada jaringan yang ada, disaat jaringan tidak mendukung mengakibatkan tidak bisa mengikuti perkuliahan dengan baik. namun susah disaat materi yang bersifat praktek karena sangat susah memahaminya dan susah mengerjakannya. Kurangnya penjelasan yang diberikan dosen mengakibatkan kesulitan bagi mahasiswa untuk memahami pelajaran.