Abstrak
Saripathu Rahmi, 3215.090, Jurusan Ekonomi Islam Skripsi ini berjudul “ANALISIS TRANSAKSI PULSA DARURAT OLEH KARTU PERDANA XL DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus PT. Berkah Trijaya Indonesia Cabang Bukittinggi )”. Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya persaingan bisnis dalam teknologi komunikasi, yang memudahkan konsumen berkomunikasi jarak jauh antara satu dengan yang lainnya. Kemajuan dalam bidang komunikasi disini berupa telepon genggam, untuk menggunakan telepon genggam ini diperlukan adanya pulsa. Dalam layanan produk ini perlu dipertimbangkan lagi apakah produk yang yang kita gunakan sudah sesuai dengan ketentuan islam atau tidak, sehingga kita bisa mengambil keputusan untuk tetap menggunakan atau mencari produk lain yang sesuai syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan islam mengenai adanya transaksi pulsa darurat oleh kartu perdana XL. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, sedangkan teknik analisa data yaitu melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan melalui hasil wawancara menggunakan sampel 83 mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam semester III dan V dan Branch Manager serta SPV PT. BTI. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang didapat dari hasil wawancara kepada Branch Manager dan SPV PT. BTI sebagai penyedia layanan pulsa darurat dan hasil wawancara dari mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam semester III dan V IAIN Bukittinggi, serta data sekunder dari buku- buku dan referensi yang terkait dengan penelitian ini Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan diperoleh hasil bahwa transaksi pulsa darurat oleh kartu perdana XL ini dengan memberikan pinjaman pulsa sebesar Rp. 5.000 kemudian ketika pengembalian dikenakan biaya admin sebesar Rp.1.500 melanggar prinsip Ekonomi Islam tentang keadilan, tolong menolong dan kesejahteraan dalam ekonomi. Serta dalam hal pengembalian pinjaman pulsa darurat ini ada ketidakjelasan yang terjadi karena tidak sesuai dengan ketentuan dan persyaratan di awal, hal ini terjadi karena ketika kita mengembalikan pinjaman pulsa sebesar Rp.5.000 ditambah biaya admin sebesar Rp. 1.500 sehingga menjadi Rp.6.500 , kita butuh biaya Rp. 12.000 untuk isi ulang pulsa yang tidak terfikirkan oleh konsumen sebelumnya.