Abstrak
IMPLEMENTASI PROGRAM BOARDING SCHOOL DI SMA NEGERI 5 PAYAKUMBUH ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program boarding school di SMA Negeri 5 Payakumbuh pada tahun pelajaran 2019/2020 dan faktor penghambat pelaksanaan program boarding school di SMA Negeri 5 Payakumbuh. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Payakumbuh pada bulan Maret sampai bulan Mei 2020. Subjek penelitian ini adalah program boarding school di SMA Negeri 5 Payakumbuh. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala asrama, pembina asrama, komite sekolah dan orang tua peserta didik yang tinggal di asrama. Metode penelitian ini digunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) Program boarding school sudah berjalan dengan baik. Salah satu program unggulannya adalah program tahfidz. Dilihat dari latar belakang kemampuan siswa yang masuk ke asrama ada yang belum bisa membaca Al Qu’án sesuai dengan tajwidnya. Namun dengan bimbingan dan asuhan dari pembina secara intensif program unggulan ini menghasilkan siswa yang mempunyai kemampuan hafalan yang terus meningkat setiap tahunnya. Pembiayaan boarding school gratis karena dibiayai oleh provinsi. Walaupun tidak mencukupi untuk pembiayaan operasional boarding school. Perencanaan program-program unggulan dirancang oleh kepala asrama bersama pembina asrama dengan berkoordinasi dengan kepala sekolah. Pelaksanaan program dilakukan sepenuhnya oleh pihak asrama, sesuai dengan tugas dan fungsi masing masing. Hasil dari pelaksanaan program boarding school dilakukan selama proses pembelajaran di asrama dan akhir tahun ajaran, untuk perbaikan di masa yang akan datang. 2) Yang menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan program boarding school di SMA Negeri 5 Payakumbuh adalah a) Latar belakang siswa yang masuk ke asrama beragam, dorongan dan motivasi siswa bukan sepenuhnya dari dalam diri. b) Sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk penunjang program boarding school. c) Pembiayaan yang kurang mencukupi. d) Turunnya komitmen antara guru dan siswa dalam menjalankan program boarding school yang sudah dirancang karena merasa jenuh dan bosan. e) Adanya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia mengharuskan siswa belajar di rumah dan menjadikan program boarding school terhalang dan tidak bisa dilaksanakan pada semester ini.