Abstrak
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Kelas 3 Dalam Materi Shalat Lima Waktu di SLB Negeri 1 Padang Panjang” Ditulis oleh Elsa Agustin NIM 2115.090. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN Bukittinggi).2019 Latar belakang penelitian ini beranjak dari fenomena yang penulis temukan di tengah masyarakat bahwa di temukan beberapa anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Negeri 1 Padang Panjang yang memiliki kesadaran untuk melaksanakan shalat lima waktu, apabila sudah masuk waktu shalat anak berkebutuhan khusus ini langsung pergi ke masjid untuk shalat berjamaah dan penuturan orang tua anak mereka sering bertanya apakah orang tuanya sudah shalat. Hal ini bertolak belakang dengan anak normal kebanyakan yang notabenenya memiliki kemampuan yang lebih dari anak abnormal atau berkebutuhan khusus. Rumusan masalah penelitian ini adalah Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) Kelas 3 Dalam Materi Shalat Lima Waktu di SLB Negeri 1 Padang Panjang dan factor yang menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Yaitu menggambarkan apa yang terjadi dilapangan. Adapun informan kunci dari penelitian ini adalah satu orang guru Pendidikan Agama Islam informan pendukung pada penelitian ini adalah Wali kelas 3 dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan triagulasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran PAI ialah strategi ekpositori atau pembelajaran langsung yakni strategi pembelajaran dimana guru agama Islam lebih mendominasi dan membuat siswa tunarungu pasif dalam proses pembelajaran. Strategi Ekspositor atau pembelajaran langsung dapat dilihat dari pelaksanaannya yaitu membuka, menjelaskan dan menutup pembelajaran. Dalam menjelaskan ini guru menggunakan beberapa metode yakninya metode ceramah, demostrasi, pembiasaan, dan suri tauladan. Faktor penghambat pembelajaran PAI terdiri atas faktor internal; (1) faktor fisiologis, (2) faktor psikologis yang mencakup kurangnya ingatan, terhambatnya perkembangan bahasa, kurangnya konsentrasi.