Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2018Versi 1

PERSEPSI JAMAAH MENGENAI PELAKSANAAN SULUK DALAM TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI SURAU TUANGKU BUDUN DI TIGO NAGARI, PASAMAN

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam•7 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Persepsi Jamaah Mengenai Pelaksanaan Suluk dalam Tarekat Naqsyabandiyah di Surau Tuangku Budun di Tigo Nagari, Pasaman” yang disusun oleh Fitrawati, Nim 4515025 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2019. Penelitian ini fokus pada pembahasan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah pelaksanaan suluk di Surau Tuangku Budun di Tigo Nagari, Pasaman. Peneliti melakukan penelitian tentang tata cara pelaksanaan suluk dalam Tarekat Naqsyabandiyah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggambarkan kejadian yang terjadi dilapangan. Informan dalam penelitian ini adalah Guruk Suluk dan Jamaah Suluk di Surau Tuangku Budun tersebut. peneliti mengumpulkan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data-data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisa data, reduksi data dan triangulasi data dengan membandingkan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Melalui hasil penelitian ini maka peneliti dapat mengemukakan bahwa jamaah berpandangan suluk adalah suatu perbuatan yang sangat penting dilakukan untuk menjalani hidup yang religius, karena suluk termasuk salah satu cara untuk menghapus dosa serta cara mensucikan diri dari segala dosa. Di Tigo Nagari melakukan Pelaksanaan suluk dengan 3 tahap, tahap pertama yaitu selama 40 hari yang mana ini adalah proses belajar awal, yang ke dua ada 20 hari ini tujuannya untuk lebih memperdalam lagi apa yang sudah dipelajari pada masa sebelumnya, dan selanjutnya masa yang ke tiga yaitu 10 hari pada masa ini para murid atau jamaah suluk hanya mengulang-ulang apa yang sudah ia perdalam sebelumnya. Didalam pelaksanaan suluk juga ada adab yang mana seorang guru atau jamaah harus menjaga adab mereka baik sesama murid maupun dengan gurunya, karena jika tidak akan berdampak pada ilmu yang ia pelajari. Selain itu seorang murid dalam suluk juga sangat meninggikan atau sangat menghormati seorang guru karen menurut mereka jika tidak menghormati seorang guru maka ilmu yang mereka pelajari tidak ada gunanya atau sia-sia saja. Proses pelaksanaan suluk tidak hanya memperhatikan zikir tetapi juga bagaimana akhlak dalam proses pelaksanaan suluk tersebut.

Kata kunci

SULUK, TAREKAT NAQSYABANDIYAH

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PERSEPSI JAMAAH MENGENAI PELAKSANAAN SULUK DALAM TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI SURAU TUANGKU BUDUN DI TIGO NAGARI, PASAMAN2018 · oai:ais:skripsi:4558

Publikasi terkait