Abstrak
Skripsi atas nama Syahrul Kiram, Nim 4421033, Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dab Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan judul “Sejarah Perjuangan Syekh Khalidi Jaidin Dalam Menyebarkan Tarekat Naqsabandiah di Nagaei Kinali Kecamatan Pasaman”. Penelitian ini membahas tentang perjuangan Syekh Khalidi Jaidin yang berjasa dalam menyebarkan tarekat Naqsabandiyah di Kinali beliau merupakan murid dari Syekh Maulana Daud Gunjo yang berasal dari kampung Tanjung Medan di Nagari Kinali. Syekh Khalidi Jaidin memulai perjuangan dalam menyebarkan tarekat naqsabandiyah di Nagari Kinali terhitung dari tahun 1965-1974, ia dikenal sebagai ulama yang Kharismatik yang memiliki peran besar di dalam menyebarkan tarekat naqsabandiyah di Nagari kinali. Beliau membangun sejumlah sebanyak tiga bangunan surau yang menjadi tempat beribadah diantaranya surau yang ada di kampung Tanjung Medan, Air Meruap, dan Air rau sebagai pusat pengajaran agama, Dzikir, dan suluk yang menjadi poros kebangkitan spritual masyarakat. Beliau wafat pada tahun 1975 di surau yang ada Kampung Air Meruap dan di makamkan di belakang surau tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan langkah-langkah pengumpulan data menggunakan metode heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (penulisan) . Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, wawancara dengan para tokoh masyarakat yang hidup di zaman Syekh Khalidi Jaidin,surat perizinan dalam penyebarkan tarekat naqsabandiyah, serta observasi langsung. Pendekatan ini bertujuan untuk menggambarkan secara rinci tentang bagaimana perjuangan Syekh Khalidi Jaidin dalam menyebarkan tarekat Naqsabandiyah di Nagari Kinali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Khalidi Jaidin mendapatkan keilmuan tarekat naqsabandiyah pada awalnya melalui pembelajaran agama di surau Syekh Maulana Daud di Durian Gunjo, dan melanjutkan keilmuannya untuk belajar tarekat naqsabandiyah di surau tersebut. Tarekat naqsabandiyah yang diajarkan oleh Syekh Khalidi Jaidin melalui pendirian surau, mengajar mengaji, majelis taklim,dan mengajarkan tarekat itu sendiri. Ketertarikan masyarakat dalam menerima tarekat naqsabandiyah itu tidak terlepas dari jiwa sosial yang di miliki Syekh Khalidi Jaidin dalam berbaur di lingkungan masyarakat yang ada di Nagari Kinali, serta masyarakat sekitar tertarik akan kajian yang diadakan oleh Syekh Khalidi Jaidin.