Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ Kegiatan Suluk Dalam Tarekat Naqsyabandiyah Di Surau Suluk Sintalang Jorong Lurah Bukit Kabupaten Lima Puluh Kota” yang di tulis oleh Hesti Gusmi Fajriah Nim 4519015, Program Studi Aqidah Dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN ) Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2023 M/ 1444 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan masyarakat mengikuti kegiatan suluk di Jorong Lurah Bukit sehingga daerah ini menjadi salah satu tempat yang ramai diikuti masyarakat dibandikan dengan persulukkan lainya. Di samping metode tarekat naqsyabandiyah yang digunakan oleh khalifah/guru mudah dipahami oleh Jama’ah, tingginya tingkatan dzikir menjadi alasan utama Jama’ah untuk mengikuti suluk di Jorong Lurah Bukit ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah (kualitatif) yakni memberikan gambaran dan penjelasan tentang kegiatan suluk dalam tarekat nasqsyabandiyah di surau suluk sintalang Jorong Lurah Bukit Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber primer adalah Mursyid tarekat naqsyabandiyah yang lama, yaitu khalifah Anwar. Penulis juga melakukan wawancara dengan salah satu guru yang mengajarkan tarekat naqsyabandiyah. Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa tarekat naqsyabandiyah di Jorong Lurah Bukit masih aktif melakukan kegiatan pada saat bulan suci ramdhan/ 1 kali dalam setahun. Persyaratan masuk suluk yaitu pertama, mandi taubat, kedua, sholat sunah taubat, ketiga, berniat ikhlas lahir dan batin, keempat meyediakan alat-alat yang dibutuhkan selama suluk, Adapun kegiatan selama suluk di Surau Suluk Sintalang yaitu kajian mingguan, sholat taraweh, tawajuh, makan bersma, berkhatam dan dzikir atau amalan terpenting dalam kegiatan suluk yang dilakukan secara tersembunyi dengan menggunakan kelambu dan berkesinambungan adapun tingkatan dzikir yang di ajarkan berjumlah 21tingkatan.