Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Suluk dan tawajjuh pada Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Yayasan Al-Syiratun Naqsabandiyah Khalidiyah Kinali Pasaman Barat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam•6 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Skripsi ini atas Nurmala Yanti NIM.4518020 Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech. M.Djamil Djambek Bukittinggi, yang berjudul “ Suluk dan Tawajjuh Pada Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Yayasan Al-Syiratun Naqsabandiyah Khalidiyah Kinali Pasaman Barat”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan yang terjadi pada suluk dan tawajjuh dalam proses pelaksanaan yang terdapat pada tempat yang diteliti oleh penulis dengan tempat lain, yang mana perbedaan tersebut terletak pada segi pelaksanaannya. Dalam penelitian ini, penulis menemukan tawajjuh dilakukan saat melangsungkan suluk itu dilakukan 3 kali sehari semalam sehabis sholat subuh, ashar dan isya, sedangkan di tempat lain penulis menemukan tawajjuh ini boleh dilakukan kapan saja. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian operasional guna untuk dapat memberikan pernyataan pada peneliti tentang apa saja yang diperlukan dalam menjawab pertanyaan atau menguji hipotesis penelitian, khususnya pada penelitian  kuantitatif dan juga untuk memformulasikan dan merumuskan permasalahan sehari-hari baik mengenai bisnis, ekonomi, sosial, maupun bidang lainnya kedalam pemodelan matematis untuk mendapatkan solusi yang optimal. Penelitian ini menemukan beberapa kesimpulan, Di antaranya; Pertama,  jamaah berpandangan bahwa suluk ini ialah suatu tingkah laku/perbuatan yang sangat terpuji dan penting untuk dilakukan demi menjalani hidup yang religius, karena suluk termasuk salah satu cara untuk menghapus dosa-dosa serta juga mensucikan diri dari segala perbuatan yang tercela ataupun dosa. Di Pondok Pesantren ini melakukan ibadah suluk dengan 3 tahapan, yang pertama yaitu tahap masuk 40 hari  yang mana ini adalah tahap proses awal, dan wajib 40 hari bagi pemula. Tahap kedua 20 hari, bertujuan untuk lebih fokus dan memperdalam lagi apa yang sudah di ajarkan oleh guru sebelumnya. Tahap yang ketiga 10 hari, pada tahap ini para jamaah hanya mengulang-ulang pelajaran /ilmu yang sudah diberikan oleh guru suluknya. Dalam proses pelaksanaan suluk ini, para murid/jamaah suluk harus menjaga adab dan etika terhadap guru maupun sesama jamaah lainnya. Dalam proses pelaksanaan suluk ini, tidak hanya memperhatikan dzikir dan tawajjuh saja tetapi juga memperhatikan bagaimana akhlak yang baik dalam proses ritualnya.

Kata kunci

Suluk, Tawajjuh, Pelaksanaan suluk dan tawajjuh

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Suluk dan tawajjuh pada Tarekat Naqsabandiyah di Pondok Pesantren Yayasan Al-Syiratun Naqsabandiyah Khalidiyah Kinali Pasaman Barat2023 · oai:ais:skripsi:11778

Publikasi terkait