Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

Studi Living Hadis Fenomena Suluk pada Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin Kecamatan Mandau

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Hadis•6 dilihat · 7 unduhan

Abstrak

Suluk merupakan satu diantara fenomena-fenomena ibadah yang dilakukan oleh halaqah-halaqah thariqat, diantara thariqat yang melaksanakan suluk ini adalah thariqat naqsyabandiyah. Di Kecamatan Mandau terdapat pelaksanaan suluk yang dilakukan oleh jamaah thariqat naqsyabandiyah yaitu Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin dengan dasar pelaksanaan suluknya atas dasar suatu hadis, karena dasar pelaksanaan suluk Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin adalah hadis maka penelitian ini dapat dikaji melalui metode living hadis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman Mursyid dan Khalifah suluk terhadap hadis yang digunakan dalam pelaksanaan suluk dan bagaimana bentuk pelaksanaan fenomena suluk pada Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin Kecamatan Mandau. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan dilapangan, data tersebut diperoleh dari wawancara terhadap Mursyid dan Khalifah suluk. Data sekunder diperoleh melalui telaah kepustakaan. Oleh karena itu metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, kajian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode living hadis yang sesuai untuk mengkaji amalan yang ada dalam kehidupan masyarakat yang diilhami oleh adanya hadis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan suluk pada halaqah Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin Kecamatan Mandau menggunakan hadis dengan redaksi “Siapa saja yang mengikhlaskan amal selama 40 subuh karena Allah Swt. Maka akan akan terpancar hikmah dari hati sampai ke lisannya”, suluk pada halaqah Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun yaitu pada bulan rajab, ramadhan dan dzulhijjah dalam waktu 10 hari pada tiap-tiap pelaksanaannya. Dalam pelaksanaan suluk ini Mursyid dan Khalifah suluk memahami keterkaitan antara hadis yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan suluk dengan suluk adalah pada keikhlasan dalam beramal yang terdapat dalam redaksi hadis dan pada tujuan pelaksanaan suluk itu sendiri. Sedangkan untuk Taha-tahap pelaksanaan suluk adalah dimulai dari bai’at kepada mursyid, kemudian mandi dan solat sunnah taubat, masuk dalam kelambu, berzikir sepanjang waktu, memelihara wudhu, puasa dan tawajuh.

Kata kunci

Suluk, Living Hadis, Kecamatan Mandau

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Studi Living Hadis Fenomena Suluk pada Thariqat Naqsyabandiyah Bustanul Muwahiddin Kecamatan Mandau2022 · oai:ais:skripsi:10327

Publikasi terkait