Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2022Versi 1

SULUK TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI HUTARIMBARU RAO KABUPATEN PASAMAN

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam•6 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Suluk Tarekat Naqsyabandiyah di Hutarimbaru Rso Kabupaten Pasaman” yang ditulis oleh Laila Nazmi, NIM. 4518019, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Bukittinggi, Tahun 2022 M/1444 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan masyarakat mengikuti kegiatan suluk di wilayah Hutarimbaru sehigga daerah ini menjadi salah satu tempat yang ramai diikuti masyarakat dibanding persulukan lainnya. Di samping metode yang digunakan mursyid mudah dipahami oleh jemaah, tingginya tingkatan dzikir menjadi alasan utama jemaah untuk mengikuti suluk di daerah ini. Suluk merupakan metode perjalanan spiritual dengan cara melatih diri dan berjuang melepaskan diri dari sifat-sifat kebendaan yang menjadi hijab/pengahalang seorang hamba dengan Tuhan. Latihan spiritual ini akan dibimbing oleh mursyid tarekat selama kegiatan suluk berlangsung. Penelitian ini termasuk penelitian pandangan filososfis di lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu wawancara langsung dengan mursyid tarekat, wazir suluk dan jemaah suluk tarekat Naqsyabndiyah di desa Hutarimbaru kabupaten Pasaman. Sedangkan sumber sekunder segala literatur yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan serta tringulasi data. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Hutarimbaru masih aktif mengadakan kegiatan suluk 3 kali dalam setahun. Persyaratan masuk suluk yaitu Pertama, mandi taubat. Kedua, sholat sunnah taubat. Ketiga, siap melaksanakan aturan persulukan. Keempat, menyerahkan diri, badan dan rohani kepada guru. Kelima, menyediakan alat-alat yang dibutuhkan selama suluk. Adapun rangkaian kegiatan selama suluk yaitu sholat lima waktu berjamaah, mengulang kaji dan mengalih kaji, kajian mingguan, makan bersama, tawajjuh, berkhatam dan dzikir. Dzikir merupakan amalan terpenting dalam pelaksanaan suluk yang dilakukan secara tersembunyi menggunakan kelambu dan berkesinambungan. Tingkatan dzikir yang diajarkan berjumlah 21 tingkatan yang selesai dikaji dalam waktu tiga kali suluk. Hasil wawancara dengan jemaah menunjukkan bahwa dampak yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan suluk yaitu mendatangkan ketenangan hati dan pikiran, merasa lebih dekat dengan Allah SWT, meningkatnya spiritualitas yang ditandai dengan semangat beribadah dan takut melakukan perbuatan dosa serta perilaku dan sikap yang berubah ke arah yang lebih baik dari sebelum mengikuti kegiatan suluk.

Kata kunci

Suluk, Tarekat Naqsyabandiyah, Dzikir

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1SULUK TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI HUTARIMBARU RAO KABUPATEN PASAMAN2022 · oai:ais:skripsi:10039

Publikasi terkait