Abstrak
ABSTRAK Tesis yang berjudul “Pendekatan Integratif dalam Pembelajaran Fiqih di MTs Negeri 2 Bukittinggi, memiliki tujuan untuk meneliti sejauh mana implementasi Pendekatan Integratif dalam Pembelajaran Fiqih di MTs Negeri 2 Bukittinggi, yang meliputi: Pertama, bagaimana persiapan guru, murid, dan media dalam pembelajaran fiqih dengan menggunakan pendekatan integratif. Kedua, bagaimana proses dari penerapan pendekatan integratif dalam pembelajaran fiqih. Ketiga, bagaimana evaluasi yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah pendekatan kualitatif. Ciri khas pendekatan ini terletak pada tujuannya untuk mendeskripsikan suatu kasus dengan memahami makna dan gejala. Sedangkan pengumpulan datanya melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Upaya implementasi pendekatan integrataif dalam pembelajaran Fiqih di MTs Negeri 2 Bukittinggi tercermin dari data-data tersebut. Penelitian ini memaparkan pendekatan integratif dalam pembelajaran fiqih, yaitu Pertama, persiapan guru, murid, dan media. Kedua, pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi pemberian teori atau pengetahuan (transfer og knowledge), pemberian praktek (transfer of skill), dan pemberian latihan atau pembiasaan. Ketiga, evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Metode yang dipakai dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas adalah metode penugasan, metode ceramah, metode diskusi, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode latihan. Semua metode tersebut digunakan secara bervariasi disesuaikan dengan aspek yang ingin dicapai dan kondisi pembelajaran. Pada komponen persiapan guru melakukan beberapa hal sebagai persiapan, yaitu menetapkan tujuan instruksional khusus/indikator, membuat program tahunan (prota), program semester (prota), membuat rencana pembelajaran (RP) dan sekenario pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran guru mengintegrasikan antara teori, praktek dan latihan. Pada tahap pemberian teori guru mengkomparasikan antara metode penugasan dengan metode ceramah, metode diskusi, dan metode tanya jawab. Kemudian pada komponen pemberian praktek metode yang dipakai adalah metode demonstrasi. Kemudian pada komponen latihan atau pembiasaan metode yang dipakai adalah metode drill atau latihan. Hasil pengamatan peneliti menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini memiliki kelebihan dan memperoleh hasil yang cukup baik atau maksimal dalam pembentukan siswa-siswa yang cakap dalam beribadah, penguasaan materi fiqih secara utuh baik dari segi teori (kognitif), pemahaman (afektif), dan praktek (psikomotorik). Kesenjangan antara teori, pemahan, dan praktek sudah dapat diatasi. Siswa tidak hanya cakap dalam menghafal teori tentang thaharah, wudhu’, dan shalat namun siswa juga mampu mempraktekkannya secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Pendekatan, Integratif, Pembelajaran, dan Fiqih.