ResearchOpen AccessMetadata saja
2026•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
Untuk mennyingkap "PERSETERUAN IDEOLOGI DALAM DINAMIKA KRITIK HADIS ANTARA MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL- ALBANI DAN ABDULLAH AL-GHUMARIY" </div>
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Syahrul Ramadhan, NIM 4120041, Judul Skripsi: “Analisis Penggunaan Kitab Tafsir jalalain dalam Pembelajaran Tafsir di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah (PPTI) Malalo”. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengungkap metode pembelajaran serta penggunaan kitab Tafsir jalalain di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah (PPTI) Malalo. Kitab Tafsir jalalain merupakan karya fenomenal hasil kolaborasi Imam al-Mahalli dan Imam as-Suyuthi yang telah menjadi kurikulum utama di berbagai pesantren. Penelitian ini mengeksplorasi alasan pemilihan kitab tersebut oleh para pendiri pesantren sejak tahun 1930, dalam membentuk sikap dan serta bagaimana pengaruh kajian ini dalam membentuk pemahaman keagamaan santri yang sesuai paham Ahlussunnah wal Jama'ah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi lapangan (field research) yang menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data utama. Metode analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena pembelajaran Tafsir secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, proses pembelajaran AlQur’an melalui kajian Tafsir al-Jalalain di PPTI Malalo dilaksanakan secara terstruktur setiap subuh dengan metode sima’i dan teknik tikrar (pengulangan makna tiga kali) yang dipimpin langsung oleh pengampu senior untuk menjaga keaslian pemahaman teks. Kedua, bentuk resepsi Al-Qur’an di pesantren ini termanifestasi dalam tiga dimensi, yaitu resepsi eksegetis melalui pendalaman ilmu alat, resepsi spiritual melalui kekhusyukan waktu fajar, serta resepsi fungsional melalui sesi resitasi sebagai sarana latihan dakwah. Ketiga, kajian ini memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku santri, yang terlihat dari peningkatan kedisiplinan harian, terbentuknya sikap tawadhu (rendah hati) dalam pergaulan, serta tumbuhnya keberanian mental dan kecakapan berbicara di depan publik. Secara keseluruhan, integrasi antara tradisi kitab kuning dan praktik evaluasi aktif ini berhasil membentuk karakter santri yang cerdas secara intelektual namun tetap memiliki integritas moral yang kuat sesuai visi pesantren
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul Studi Kritik Hadis Membaca surat Al-Zalzalah Setara Dengan Separuh Al-Qur‟an yang disusun oleh Muhammad Thoriq. Nim 4222016. Prodi S1 Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, Penelitian ini dilatar belakangi oleh populernya hadis tentang keutamaan membaca surah Surah al-Zalzalah yang disebut setara dengan separuh al-Qur'an, sementara kualitasnya masih diperdebatkan di kalangan ulama hadis. Dari sisi matan, kandungan pahala yang dinilai tidak sebanding dengan amalannya menjadi salah satu indikasi hadis maudhu‘, terlebih adanya kelompok tertentu yang menjadikannya sebagai pegangan atau rujukan dalam praktik keagamaan. Penulis menggunakan metode dengan metode kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) Data primer diperoleh dari kitab-kitab hadis, khususnya Sunan at-Tirmidzi beserta kitab syarah dan karya takhrij, sedangkan data sekunder bersumber dari buku-buku ulumul hadis, jurnal ilmiah, serta literatur pendukung lainnya. Metode yang digunakan meliputi takhrij hadis, i‗tibar sanad, analisis kredibilitas perawi, serta penilaian kesesuaian matan hadis dengan Al-Qur‘an dan hadis-hadis sahih lainnya. Berdasarkan hasil penelitian terhadap hadis tentang membaca surah al-Zalzalah setara dengan separuh al-Qur‘an dalam Sunan at-Tirmidzi, dapat disimpulkan bahwa hadis tersebut memiliki beberapa jalur periwayatan dari Ibnu ‗Abbas, Anas bin Malik, dan Abu Hurairah, namun pada setiap jalurnya ditemukan perawi yang dinilai lemah oleh ulama jarh wa ta‗dil, seperti Yaman bin al-Mughirah yang dha‘if, Hasan bin Salim yang majhul, dan ‗Ubais bin Maimun yang munkarul hadis, sehingga dari sisi sanad hadis ini dinilai dha‘if. Dari sisi matan, hadis ini juga dinilai lemah karena bertentangan dengan hadis yang lebih kuat dan masyhur mengenai keutamaan membaca al-Qur‘an, seperti hadis tentang setiap huruf al-Qur‘an yang bernilai sepuluh kebaikan serta hadis sahih tentang keutamaan surah al-Ikhlas dan al-Kafirun. Oleh karena itu, hadis tentang membaca surah al-Zalzalah setara dengan separuh al-Qur‘an tidak dapat dijadikan hujjah dalam menetapkan keutamaannya..
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rivai Harahap Nim 4221017. Studi Kualitas Hadis Pada Kitab Irsyadul ‘Ibad Karya Syekh Zainuddin Al-Malibari Dalam Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negri (UIN) Sjech Muhammad Djamil Djambek Tahun 2025 Penelitian ini menyoroti pentingnya penilaian sanad dalam proses verifikasi keaslian hadis. Hal ini menjadi relevan karena hadis Nabi Muhammad Saw. dewasa ini tidak hanya tercantum dalam kitab-kitab hadis primer, tetapi juga banyak dikutip di berbagai karya dari disiplin ilmu lain dengan ragam penyajian yang berbeda. Salah satu contohnya adalah hadis tentang wasiat yang termuat dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh al-Malibari. Oleh karena itu, penelusuran dan kajian terhadap hadis-hadis yang tercantum dalam kitab ini menjadi sangat signifikan. Melalui pengkajian yang teliti, dapat diketahui bagaimana kualitas hadis tersebut sekaligus mengevaluasi ketepatan kutipannya, sehingga memungkinkan untuk menemukan kekeliruan atau kelemahan dalam jalur periwayatan. Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Langkah-langkah yang ditempuh dalam proses pengumpulan dan pengolahan data meliputi: Melakukan takhrij hadis dengan memanfaatkan indeks sahabat, penggalan awal matan, dan indeks kata kunci, Menyusun skema rantai sanad secara keseluruhan untuk setiap hadis, Melakukan kritik sanad secara komprehensif, Menarik kesimpulan berdasarkan tiga tahapan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, hadis tentang wasiat yang terdapat dalam Irsyadul ‘Ibad karya al-Malibari diklasifikasikan sebagai berikut: hadis pertama, kedua, ketiga dan keempat dinyatakan da’if.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengambilan sanad Qira’at Hafsh dalam Hafalan Al-Qur’an di Rumah Qur’an Al-Hidayah Padang diinisiasi oleh Ustadz H. April Hidayat Lc,Ma, Al- Hafidz. Beliau sebagai pendiri Rumah Qur’an tersebut telah mendirikan Rumah Qur’an dan pengambilan sanad sejak tahun 2019. Kegiatan tersebut telah berhasil membuat para santrinya memperoleh sanad dari berbagai wilayah termasuk di kota Padang dan santri online yang tersebar di berbagai provinsi. Kegiatan tersebut termasuk bahagian dari living qur’an dalam upaya menghidupkan Al-Qur’an di tengah masyarakat sebagai sebuah praktek penjagaan Al-Qur’an. Penelitian ini berfokus pada pengungkapan proses pengambilan sanad Qira’at Hafsh dalam hafalan Al-Qur’an di Rumah Qur’an Al-Hidayah Padang, menganalisis makna dan nilai yang dirasakan oleh pengajar dan santri, serta mengungkap bentuk peran pengambilan sanad qira’at Hafsh dalam memperkuat keberadaan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan mengandalkan data-data lapangan yang mengambil sumber dari wawancara, observasi, dan dokumentasi di Rumah Qur’an Al-Hidayah Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan living qur’an dengan menerapkan teori sosiologi pengetahuan Karl Manheim untuk pengungkapan makna dan nilai. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pelakasanaan Pengambilan Sanad qira’at Hafsh dalam hafalan al-Qur’an di Rumah Qur’an Al-Hidayah Padang baik secara online dan offline dilaksanakan dengan tahapan berikut; Pertama penjelasan terlebih dahulu dari Ustadz, H.April Hidayat, Lc, Ma.Al-Hafidz tentang teori pembacaaan qira’at Hafsh dalam menghafal Qur’an, Kedua; setelah santri memahami teori qira’at Hafsh dengan baik dilanjutkan dengan membacakan Qur’an mulai dari Al-Fatihah serta menyetorkan hafalan menimal satu rubu’ tiap kali pertemuan dengan bacaan teori qira’at Hafsh. Ketiga: mendengarkan bacaan yang diperbaiki oleh Ustadz April Hidayat, Lc, Ma, Keempat:jika santri sudah selesai dalam proses pengambilan sanad qira’at Hafsh dalam menghafal Qur’an maka ia berhak untuk memperoleh ijazah sanadnya, kelima: jika santri sudah selesai memperoleh ijazah sanad qira’at Hafsh dalam menghafal Qur’an maka ia berhak nantinya untuk mengajarkan ke daerah setempat tinggalnya. Adapun makna dan nilai yang di rasakan oleh pengajar dan santri di Rumah Qur’an Al-Hidayah Padang dalam proses pengambilan sanad Qira’at Hafsh dalam Hafalan Al-Qur’an terbagi ke dalam makna objektif dan ekspresif. Makna objektif didasari atas adanya dalil, adanya hadis, adanya metode qira’at Hafsh dan karena di dorong dengan adanya ijazah sanad sementara untuk makna ekspresif beberapa diantaranya yakni kebanggaan, syukur, penghayatan dan rasa tanggung jawab atas sanad yang di terima. Kemudian peran Rumah Qur’an Al-Hidayah Padang dalam kehidupan tengah masyarakat melalui kegiatan webinar baik secara online dan offline, dakwah di berbagai tempat dan masjid, serta menjadi juri MTQ.
ArticleOpen AccessPDF tersedia
2023•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Salah satu aktivis takhrij Hadis yang fenomenal abad ini adalah Muhammad Nashiruddin al-Albani. Namun, koreksian ulang terhadap periwayat dengan narasi jarh yang terkesan impolite dan terhadap sanad, yang diyakini para Ulama, sudah mapan, menjadi titik kontroversi bagi praktisi Hadis lainnya. Ada banyak tokoh Muhadditsin yang men-jarh al- Albani perihal mengutak-atik kembali sanad. Salah satunya adalah praktisi Hadis Maroko, Abdullah al-Ghumariy yang juga dikenal dengan Kesufiannya. Melihat sekilas latar belakang ideologi dan teologi al- Ghumariy dan al-Albaniy, jelas berbeda. al-Ghumariy dengan Kesufian dan Tarekatnya berbanding terbalik dengan al-Albani yang menjadi tokoh panutan Salafiy, yang gencar menyuarakan kesesatan dan ke-bid’ah-an Sufisme. Dalam kritikannya terhadap al-Albani, khususnya dalam Rasâ’il al-Ghumâriyyah, al-Ghumariy dapat dikatakan lebih terfokus kepada pemaparan kritikan sanad yang dilakukan al-Albaniy dan tidak terdapat redaksi terkait kritikan terhadap ideologi dan teologi al-Albaniy. Fokus pembahasan tulisan ini adalah bagaimana bentuk silang pendapat dalam mengoreksi Hadis yang terbalut perbedaan ideologi dan teologi antara al- Albaniy dan Abdullah al-Ghumariy. Metode yang digunakan adalah penjelasan komparatif (syarh muqâran) dengan pendekatan studi tokoh.