ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemukannya kesenjangan signifikan antara
idealisme nilai religius dengan perilaku nyata santri di lingkungan Mas Yati Kamang Mudik , di
mana karakter religius belum sepenuhnya terinternalisasi sebagai kesadaran batin melainkan baru
sebatas pemenuhan kewajiban formal. Hal ini terlihat dari adanya beberapa santri yang
memerlukan pengawasan ekstra atau teguran berulang untuk melaksanakan shalat berjamaah tepat
waktu (aspek taqwa), adanya kecenderungan santri yang baru menunjukkan perilaku santun atau
menjalankan tugas kebersihan lingkungan hanya ketika berada di bawah pengawasan langsung
oleh guru (aspek ikhlas), serta masih sering dijumpai sikap kurang menghargai fasilitas madrasah
dan membuang sampah sembarangan (aspek syukur dan cinta). Ditambah lagi dengan
ditemukannya beberapa santri yang berperilaku menyontek saat ujian (aspek tawakkal), serta
adanya santri yang melanggar aturan yang sama secara berulang kali seperti terlambat dan
membawa HP sembunyi-sembunyi meskipun sudah sering dinasihati oleh guru (aspek taubat).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi guru agama
mengenai pembinaan karakter religius bagi santri di Mas Yati Kamang Mudik Agam Tahun 2026
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yaitu
menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini, penulis menggambarkan
bagaimana persepsi guru agama dalam pembinaan karakter religius santri di MAS YATI Kamang
Mudik Agam. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara
dengan informan kunci yaitu guru agama (Akidah Akhlak, Fiqih, Al-Qur'an Hadits, dan SKI) serta
informan pendukung seperti kepala sekolah dan santri kelas X yang berkaitan dengan persepsi
guru agama dalam pembinaan karakter religius santri.
Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi guru agama
tentang pembinaan karakter religius dinilai sangat mendalam, yang terlihat dari tiga tahap persepsi
bimo walgito diantaranya yaitu penyerapan, guru agama sangat peka melihat pentingnya karakter
religius sekaligus sadar bahwa perilaku santri masih banyak yang formalitas, kemudian pada tahap
pemahaman, guru memaknai dirinya sebagai teladan nyata, bukan cuma pengajar teori, selain itu
guru agama juga memahami strategi dan metode yang digunakan untuk membina karakter religius,
selain itu guru agama juga memhami kendala pembiasaan karakter tersebut sangat dipengaruhi
oleh faktor internal berupa ketidakstabilan emosi remaja dan heterogenitas asal sekolah (lulusan
SMP vs MTs), serta faktor eksternal berupa derasnya pengaruh teknologi internet digital,
pergaulan, serta lemahnya sinkronisasi kontrol dan kesinambungan pengawasan dari orang tua saat
santri pulang ke rumah. kemudian pada tahap penilaian, guru mengevaluasi karakter santri melalui
evaluasi harian dan bulanan, evaluasi harian santri secara otentik dilakukan lewat instrumen nyata,
berupa buku absen shalat, dan mengamati prilaku santri sehari-hari, sedangkan evaluasi bulanan
dilakukan dengan cara mengadakan rapat setiap bulannya antara guru agama dan guru kepala
sekolah membahas terkait dengan karakter religius santri
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Valina Jumaira: 2319004, “Elementary School Teachers’ Perceptions Toward the Implementation of English as a Compulsory Subject in Ampek Angkek District”, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan tersebut menuntut kesiapan guru sebagai pelaksana utama dalam proses pembelajaran sehingga persepsi guru menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru sekolah dasar terhadapimplementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Kecamatan Ampek Angkek. Persepsi guru dikaji melalui tiga dimensi, yaitu kognitif, afektif, dan konatif, sedangkan indikator implementasi mengacu pada teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Partisipan penelitian terdiri atas delapan guru Bahasa Inggris dari tujuh Sekolah DasarNegeri di Kecamatan Ampek Angkek yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket yang terdiri atas 47 pernyataan dengan skala Likert lima tingkat. Sebelum digunakan, instrumen telah melalui uji validitas oleh ahli dan uji reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan frekuensi, persentase, nilai rata-rata, dan kategori interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah dasar memiliki persepsi yang sangat positif terhadap implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Sebanyak enam responden (75%) berada pada kategori sangat tinggi dan dua responden (25%) berada pada kategori tinggi. Pada dimensi kognitif, seluruh indikator implementasi berada pada kategori sangat tinggi yang menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik terhadap kebijakan tersebut. Pada dimensi afektif dan konatif, sebagian besar indikator juga berada pada kategori sangat tinggi yang mencerminkan sikap positif, penerimaan, komitmen,dankesiapan gurudalammendukungimplementasikebijakan. Namun, indikator komunikasi antarorganisasi dan aktivitas penegakan masih berada pada kategori tinggi sehingga koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan perluterusditingkatkan.Dengandemikian,dapatdisimpulkanbahwaguruBahasa Inggris di sekolah dasar negeri Kecamatan Ampek Angkek memiliki persepsiyang positif terhadap implementasi kebijakan tersebut serta menunjukkankesiapan yang baik untuk mendukung pelaksanaannya secara efektif.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi “Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Kurikulum Merdeka Di SMA Negeri 1 Palupuh” Skripsi ini disusun oleh Gusnandy NIM 2118.026 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil pengamatan ditemukan bahwa banyak guru yang masih merasa bingung dengan pemberlakuan kurikulum merdeka. Penerapan kurikulum merdeka memunculkan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, terutama bagi para guru. Banyak di antara guru yang kurang memahami dan mengerti tentang kurikulum merdeka ini, terutama kebijakan yang terdapat dalam kurikulum merdeka. penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pesepsi guru Pendidikan Agama Islam terhadap kurikulum merdeka di SMAN 1 Palupuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini penulis memperoleh melalui wawancara, penelitian dan dokumentasi. Sumber data penulisan ini menggunakan yakni informan kunci guru Pendidikan Agama Islam, dan informan adalah kepala sekolah dan Waka Kurikulum. Teknik analisis data yang penulis lakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan Triagulasi Sumber. Berdasarkan hasil pengamatan dapat dipahami faktor yang mempengaruhi persepsi guru PAI terhadap kurikulum merdeka adalah keadaan siswa, peraturan tentang pendidikan, pengalaman mengajar guru, kurikulum merdeka yang padat, kreativitas siswa, sumber belajar, keadaan kemandirian siswa yang kurang, pemahaman guru PAI tentang kurikulum merdeka, sarana penunjang pembelajaran PAI dalam kurikulum merdeka. Konsep dasar dari penyederhanaan RPP dalam kurikulum merdeka adalah penyederhanaan RPP pada kurikulum merdeka adalah menyerderhanaan komponen dari 16 komponen menjadi 3 komponen inti yaitu tujuan, kegiatan pelaksanaan, dan penilaian. Dan pengembangan RPP itu diserahkan kepada guru mata pelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Bentuk penyederhanaan dalam kurikulum merdeka adalah menjadikannya modul ajar. Modul ajar ini dikembangkan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan perkembangan karakter. Prinsip dasar kurikulum medeka kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum, kurikulum merdeka berorientasi pada pencapaian kompetensi secara holistik, dan Kurikulum Merdeka Memberi Ruang bagi Kontekstualisasi Belajar di Satuan Pendidikan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Melisa Natalia, 2315104. Persepsi Guru dan Siswa Tentang Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di SMAN 3 Bukittinggi. Skripsi, Universitas Islam Sjech M. Djamil Djambek, 2022. Peran teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris telah menjadi persoalan apakah harus di dukung atau tidak. Masalah dalam penelitian ini yaitu persepsi antara guru dan siswa tentang peran teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi guru dan siswa tentang peran teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMAN 3 Bukittinggi. Peneliti ingin meneliti apakah persepsi guru dan siswa baik atau tidak. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan angket sebagai instrumen. Peneliti menggunakan cluster random sampling untuk menentukan sampel dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah 4 guru bahasa Inggris dan kelas XI IPA 2 dengan berjumlah 36 siswa. Peneliti menyebarkan angket kepada setiap sampel, lalu mengumpulkan datanya. Setelah itu, peneliti mengindentifikasi jawaban dari responden dan menganalisa data, lalu menarik kesimpulan dalam bentuk tingkatan level (kategori). Hasil dari penelitian ini, persepsi guru dan siswa tentang peran teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah 88,03% dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan siswa memiliki persepsi yang sangat positif dalam peran teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris. ABSTRACT Melisa Natalia, 2315104. Teachers’ and Students’ Perceptions About The Role Of Technology In Learning English At SMAN 3 Bukittingggi. A Thesis, Islamic University Sjech M. Djamil Djambek, 2022. The role of technology in learning English has become a matter of whether it should be supported or not. The problem in this research was that the perception between teachers and students about the role of technology in learning English varied. This research aims to determined how teachers’ and students’ perception about the role of technology in learning English at SMAN 3 Bukittinggi. The researcher wants to examine whether the perception of teachers and students are good or not. The type of research used by the researcher is descriptive quantitative, used a questionnaire as an instrument. The researcher used cluster random sampling to determined the sample in this research. The sample of this research were 4 English teachers and class XI IPA 2 with the total of 36 students. The researcher distributes a questionnaire to each sample, then collected the data. After that, the researcher identified the answers from the respondents and analyzed the data, then drew conclusions in the form of levels (categories). The results of this research, the perception of teachers and students about the role of technology in learning English is 88,03% and the result of this research indicated that teachers and students have very positive perception about the role of technology in learning English.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul “ Pengaruh Persepsi Guru PNS Tentang Bank SyariahTerhadap Minat Menggunakan Produk Bank Syariah (Studi Kasus PadaGuru PNS SMA N 1 Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat), disusun oleh Anggun Etri Oktama,NIM 3317012.Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Yang melatar belakangi penulis untuk membahas permasalahan ini karena masih minimnya Guru PNS menggunakan Bank Syariah dan masih adanya Guru PNSyang kurang yakin dengan Prinsip Bank Syariah diterapkan dengan benar, serta minimnya jumalah Bank Syariah didaerah Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan dari penelitian ini melihat pengaruh persepsi Guru PNS tentang Bank Syariah terhadap minat menggunakan produk Bank Syariah.penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat korelatif,dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu kusioner dan dokumentasi. Analisiyang digunakan uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas,uji regresi linear sederhana, uji Ruji Fdanuji T Dari hasil penelitian adalahY= 9,579+0,434X+e dan dari hal ini terlihat bahwa persepsi Guru PNS tentang Bank Syariah (X) berpengaruh positif terhadap minat menggunakan produk Bank Syariah.pada hasil Uji R menunjukkan bahwa koefisien korelasi R sebsar 0,735 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif antara variabel independen terhadap variabel dependen karena nilai R mendekati angka 1. Pada hasil uji F didapat nilai 44,735 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 yang artinya dapat dikatakan bahwa variabel independen persepsi Guru PNS tentang Bank Syariah mempengaruhi minat menggunakan produk Bank Syariah. pada hasil Uji T didapat dari nilai ttabel sebesar2,02439 dengan demikian dapat diketahui bahwa thitung> ttabel yaitu6,668> 2,02439dengan signifikan 0,000 0,05, artinya Persepsi Guru PNS berpengaruh secara signifikan terhadap minat Menggunakan Produk Bank Syariah. KataKunci:Persepsi Guru PNS,Produk Bank Syariah
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul ”ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI GURU MADRASAH TERHADAP PERBANKAN SYARIAH”yang disusun oleh Indra Fauzi, Nim 3315.254 Jurusan S1 Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui anilisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi Guru Madrasah terhadap Perbankan Syariah (studi kasus guru madrasah kecamatan lembah gumanti). Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif kuantitatif. Untuk mengumpulkan data tentang permasalahan tersebut teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan koesioner. Setelah data terkumpul, kemudian diolah dengan SPSS dan menelaah seluruh data dan koesioner dengan analisis kuantitatif dan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis data yang diolah dengan program softwere SPSS, menunjukan bahwa. Pertama uji linier berganda menujukan nilai Y=18,822-0,018X1+0,332X2 yang berarti bahwa tanpa ada faktor pribadi dan faktor situasi maka prespsi guru tetap ada sebesar 18,822 satuan. Apabila terjadi penambahan faktor pribadi sebesar satu satuan , maka persepsi guru madrasah akan berkurang sebesar 0,018. Sedangkan apabila terjadi penambahan faktor situasisebesar satu satuan , maka akan menambah persepsi guru madrasah sebesar 0,332 stuan. Kedua faktor pribadi adalah -0,132 dengan tingkat signifikan 0,895 > dari 0,05 dan nilai Thitung -0,132 Ttabel 2,01290, maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima H1 ditolak. Hasil pengujian menunjukan bahwa varibel faktor pribadi tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi guru madrasah terhadap perbankan syariah. Faktorsituasi menunjukan nilai 2,778 dengan tingkat signifikan 0,008 dari 0,05 dan nilai Thitung 2,778 > Ttabel 2,01290, berarti faktor situasi berpengaruh signifikan terhadap persepsi guru madrasah.Ketigauji f menunjukan nilai Fhitung 5,128 > Ftabel1,43 dan nilai signifikan 0,001 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel indenpenden berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu persepsi guru madrasah.Keempatuji determinan untuk nilai R Square sebesar 0,179menunjukan bahwa proporsi pengaruh variabel faktor pribadi dan faktor situasi terhadap persespsi guru madrasah kecamatan lembah gumanti adalah sebesar 17,9% , sedangkan sisanya 82,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak ada dalam penelitian yang penulis lakukan ini. Kata Kunci : Persepsi Guru Madrasah Kecamtan Lembah Gumanti.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi dengan judul “PERSEPSI GURU PONDOK PESANTREN MU’ALLIMIN SAWAH DANGKA KABUPATEN AGAM TERHADAP PERBANKAN SYARIAH”. Yang disusun oleh Deli Despita Nim 3213.078, Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang masalah dimana pondok pesantren Mu’allimin sawah Dangka merupakan pondok yang mewajibkan para guru-guru untuk menggunakan perbankan syariah, dengan adanya aturan tersebut dapat menjadi peluang bagi perbankan syariah untuk mensosialisasikan perbankan syariah, namun kenyataannya yang ada di lapangan, perbankan syariah tidak tidak begitu memiliki perhatian yang cukup di hati guru-guru pondok pesantren, hal ini dibuktikan oleh guru-guru yang masih saja bertransaksi di perbankan konvensional. Sistem bunga yang dianut oleh perbankan konvensional memiliki unsur riba,, sedangkan riba dalam al-Qur’an telah jelas hukumnya haram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), subjek penelitian ini adalah guru-guru pondok pesantren Mu’allimin Sawah Dangka Kabupaten Agam yamg berjumlah 58 orang sebagai responden. Pengumpulan data yang digunakan melalui kuesioner. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Dari penelitian dapat dikemukakan guru pondok pesantren Mu’allimin membuka rekening diperbankan syariah karena di pengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu adanya aturan dari pondok pesantren itu sendiri untuk menggunakan perbankan syariah. Pada dasarnya mereka sudah mengetahui tentang haramnya bunga dan riba yang dianut oleh sistem perbankan konvensional, namun mereka tetap saja mengunakan perbankan konvensional tersebut. Dapat diartikan bahwa guru-guru pondok pesantren belum mengetahui secara mendalam mengenai perbankan syariah itu sendiri.