Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam
Judul Skripsi “Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Kurikulum Merdeka Di SMA Negeri 1 Palupuh” Skripsi ini disusun oleh Gusnandy NIM 2118.026 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan ini dilatarbelakangi oleh fenomena dari hasil pengamatan ditemukan bahwa banyak guru yang masih merasa bingung dengan pemberlakuan kurikulum merdeka. Penerapan kurikulum merdeka memunculkan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, terutama bagi para guru. Banyak di antara guru yang kurang memahami dan mengerti tentang kurikulum merdeka ini, terutama kebijakan yang terdapat dalam kurikulum merdeka. penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pesepsi guru Pendidikan Agama Islam terhadap kurikulum merdeka di SMAN 1 Palupuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini penulis memperoleh melalui wawancara, penelitian dan dokumentasi. Sumber data penulisan ini menggunakan yakni informan kunci guru Pendidikan Agama Islam, dan informan adalah kepala sekolah dan Waka Kurikulum. Teknik analisis data yang penulis lakukan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan Triagulasi Sumber. Berdasarkan hasil pengamatan dapat dipahami faktor yang mempengaruhi persepsi guru PAI terhadap kurikulum merdeka adalah keadaan siswa, peraturan tentang pendidikan, pengalaman mengajar guru, kurikulum merdeka yang padat, kreativitas siswa, sumber belajar, keadaan kemandirian siswa yang kurang, pemahaman guru PAI tentang kurikulum merdeka, sarana penunjang pembelajaran PAI dalam kurikulum merdeka. Konsep dasar dari penyederhanaan RPP dalam kurikulum merdeka adalah penyederhanaan RPP pada kurikulum merdeka adalah menyerderhanaan komponen dari 16 komponen menjadi 3 komponen inti yaitu tujuan, kegiatan pelaksanaan, dan penilaian. Dan pengembangan RPP itu diserahkan kepada guru mata pelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Bentuk penyederhanaan dalam kurikulum merdeka adalah menjadikannya modul ajar. Modul ajar ini dikembangkan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan perkembangan karakter. Prinsip dasar kurikulum medeka kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum, kurikulum merdeka berorientasi pada pencapaian kompetensi secara holistik, dan Kurikulum Merdeka Memberi Ruang bagi Kontekstualisasi Belajar di Satuan Pendidikan.