Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Komunikasi Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Dakwah dalam Meningkatkan Kualitas Program Mentoring di UIN Bukittinggi” yang di susun oleh Fatih Rezky Putra dengan Nim. 4322021 Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Strategi komunikasi merupakan bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan program mentoring karena berperan dalam menyampaikan pesan pembinaan, membangun keterlibatan peserta, serta mendukung tercapainya tujuan pembinaan keislaman. Berdasarkan latar belakang penelitian, program mentoring UKM Dakwah UIN Bukittinggi telah dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti benturan jadwal, rendahnya partisipasi sebagian peserta, kejenuhan dalam mengikuti mentoring, keterbatasan komunikasi melalui media daring, serta perbedaan kondisi dan kebutuhan peserta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan pengurus UKM Dakwah dalam pelaksanaan program mentoring serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi komunikasi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori strategi komunikasi Onong Uchjana Effendy. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 20 orang, yang terdiri dari 10 orang pengurus UKM Dakwah sebagai informan kunci, serta 5 orang mentor dan 5 orang anggota mentoring sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, strategi komunikasi pengurus UKM Dakwah dalam meningkatkan kualitas program mentoring diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu bil hikmah, mau’izhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan. Bil hikmah dilakukan dengan menyesuaikan penyampaian materi dengan karakteristik dan kondisi peserta, mau’izhah hasanah melalui nasihat, motivasi, dan keteladanan dengan bahasa santun, sedangkan mujadalah billati hiya ahsan melalui diskusi dan komunikasi dua arah. Lalu kedua, Faktor pendukung meliputi kemampuan memahami karakteristik peserta, penyesuaian pesan, pemanfaatan media, serta dukungan organisasi. Adapun hambatan meliputi benturan jadwal, kesibukan akademik, keterbatasan komunikasi digital, perbedaan tingkat pemahaman, serta rendahnya motivasi dan partisipasi peserta. Hambatan tersebut diatasi melalui pendekatan personal, komunikasi interpersonal, pemberian motivasi, serta evaluasi dan penyesuaian strategi komunikasi.