Abstrak
Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Musyrif dalam Meningkatkan Kedisiplinan Sholat Berjama’ah Mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi”. Disusun oleh Andri Umar Soleh Lbs Nim 4321042 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech. M.Djamil Djambek Bukittinggi Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan kurangnya konsistensi kedisiplinan mahasantri asrama putra dalam melaksanakan sholat berjama’ah, yang semakin menurun seiring berjalannya waktu tinggal di Ma’had. Padahal, kedisiplinan dalam sholat berjama’ah bukan hanya aspek ibadah, tetapi juga merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter religius dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang efektif dari para musyrif untuk menumbuhkan kembali kesadaran dan kedisiplinan ibadah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi yang digunakan musyrif dalam meningkatkan kedisiplinan sholat berjama’ah mahasantri, dengan menggunakan pendekatan teori komunikasi persuasif. Teori ini menekankan pentingnya komunikasi yang membujuk secara halus dan membangun kesadaran internal melalui kredibilitas komunikator, kekuatan pesan, saluran yang tepat, serta pemahaman terhadap karakteristik audiens. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi musyrif bersifat langsung dan tatap muka, dengan mengedepankan pendekatan persuasif, redudency, informatif, edukasi dan keteladanan (uswah hasanah). Musyrif tidak menggunakan pendekatan koersif, melainkan membangun dialog yang santai namun bermakna, menyampaikan pesan melalui dalil agama, kisah inspiratif, serta penguatan emosional. Media seperti WhatsApp Group juga digunakan sebagai saluran komunikasi untuk pengingat dan absensi. Intervensi dilakukan secara terstruktur melalui forum malam khasval hudur dan pertemuan mingguan. Strategi ini terbukti efektif menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan ibadah mahasantri secara bertahap.