Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Resepsi Konsep Zīnah Badaniyyah (Perhiasan Fisik) dalam Q.S. An-Nūr/24: 31 (Studi Living Qur’an terhadap Mahasiswi IAT UIN Bukittinggi)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•9 dilihat · 7 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Resepsi Konsep Zīnah Badaniyyah (Perhiasan Fisik) dalam Q.S. An-Nūr/24: 31 (Studi Living Qur’an Terhadap Mahasiswi IAT UIN Bukittinggi)” oleh Rahma Yani dengan NIM 4122020. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN SMDD) Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya pemahaman dan respons mahasiswi IAT UIN Bukittinggi terhadap konsep zīnah badaniyyah (perhiasan fisik) dalam Q.S. An-Nūr/24 ayat 31 di tengah maraknya media sosial, tren kecantikan, dan gaya hidup modern. Sebagai mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir yang telah mempelajari ayat tersebut, setiap individu memiliki penerimaan yang khas terhadap konsep ini. Perbedaan tersebut dibentuk oleh "cakrawala harapan" horizons of expectation yaitu perspektif yang terbentuk melalui pengetahuan, pengalaman, latar belakang pendidikan, lingkungan sosial-budaya, serta perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi memandang konsep zīnah badaniyyah dalam Q.S. An-Nūr/24 ayat 31 serta menganalisis cakrawala harapan yang membentuk penerimaan mereka. Pendekatan yang digunakan adalah field research dengan metode kualitatif untuk mengkaji living Qur'an. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, yang dipilih melalui metode Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan analisis resepsi dilakukan berdasarkan teori Horizon of Expectations (cakrawala harapan) yang dikemukakan oleh Hans Robert Jauss. Berdasarkan hasil penelitian terhadap resepsi mahasiswi IAT tentang konsep zīnah badaniyyah (perhiasan fisik) dalam Q.S. An-Nūr/24 ayat 31” menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan pemahaman. Secara umum, mahasiswi memahami zīnah badaniyyah sebagai perhiasan fisik yang harus dijaga sesuai ketentuan syariat, sedangkan perbedaannya tampak pada penafsiran batasan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Konsep zīnah badaniyyah menurut mahasiswi IAT perspektif horizon of expektation dipengaruhi oleh faktor keluarga, pendidikan, lingkungan sosial, pengalaman pribadi, media sosial, serta budaya dan perkembangan zaman. Berdasarkan teori Hans Robert Jauss, perbedaan horizon harapan terbentuk dari proses penerimaan yang berbeda, sehingga menghasilkan variasi resepsi terhadap konsep zīnah badaniyyah, meskipun seluruh mahasiswi tetap menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam memahami dan mengamalkan Q.S. An-Nūr/24:31.

Kata kunci

Living Qur'an, Resepsi, Horizons of Expectation, Zīnah Badaniyyah, Q.S. An-Nūr/24:31

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Resepsi Konsep Zīnah Badaniyyah (Perhiasan Fisik) dalam Q.S. An-Nūr/24: 31 (Studi Living Qur’an terhadap Mahasiswi IAT UIN Bukittinggi)2026 · oai:ais:skripsi:21605

Publikasi terkait