Abstrak
Roni Saputra, NIM 4120015, Judul Skripsi “Penggunaan Ayat Al-Qur’an Dalam Proses Persalinan Di Jorong V Pertemuan Kabupaten Pasaman (Studi Living Qur’an)”, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Latar belakang dari skripsi ini yaitu adanya suatu tradisi yang muncul ditengah masyarakat terkait penggunaan ayat Al-Qur‟an pada saat proses persalinan, yang terjadi di Jorong V Pertemuan Kabupaten Pasaman. Pada praktiknya dukun beranak yang membantu proses persalinan memiliki sebuah kebiasaan yang melekat dengan Al-Qur‟an yaitu menggunakan beberapa ayat Al-Qur‟an sebagai pegangan dan bacaan do‟a keselamatan saat menangani persalinan. Dari informasi yang penulis kumpulkan terkait tradisi penggunaan ayat Al-Qur‟an saat persalinan ini, mereka meyakini bahwa dengan membaca ayat dari Al-Qur‟an seperti Al-Fatihah,surah Annaas,Al-Ikhlas dan beberapa potongan ayat lainnya dapat menjalani persalinan dengan baik, sehingga tradisi ini sudah berlangsung cukup lama hingga tetap ada sampai saat sekarang ini. Rumusan Masalah dalam penelitian ini yaitu: apa faktor yang melatarbelakangi pembacaan ayat Al-Qur‟an pada saat persalinan di Jorong V Pertemuan?, bagaimana proses pembacaan ayat Al-Qur‟an dalam proses persalinan di Jorong V Pertemuan?, serta bagaimana Respon masyarakat terhadap proses persalinan di Jorong V Pertemuan yang dibantu dukun beranak yang pada prosesnya dibacakan ayat Al-Qur‟an?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Living Qur‟an. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi Dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pertama, AlQur‟an diyakini sebagai sarana penyembuhan dan do‟a keselamatan bagi para ibu yang akan melahirkan serta bagi bayi yang akan lahir. Ayat-ayat yang dibaca diantaranya surah Al-fatihah, An-naas, Al-ikhlas yang pada praktiknya hampir sama dilakukan oleh dukun beranak setempat, ada yang memulai dengan sholawat ataupun dua kalimat syahadat. Kedua, Pembacaan ayat-ayat Al-Qur‟an dilakukan oleh para dukun beranak ketika hendak membantu proses persalinan, dukun beranak biasanya mengambil minyak dan air lalu dibacakan ayat Al-Qur‟an seperti Al-fatihah, An-naas dan Al-ikhlas lalu mengusapkan ke perut ibu yang akan melahirkan dan juga alat yang digunakan saat persalinan berlangsung masih bersifat tradisional seperti sembilu, benang 3 warna dan koin untuk pemotongan tali pusar bayi yang lahir. Ketiga, Respon masyarakat terhadap persalinan yang dibantu dukun beranak sambil membaca ayat Al-Qur‟an mereka mendengar bacaan Al-Qur‟an yang dibaca oleh dukun beranak meskipun secara perlahan dan lemah lembut, serta juga yakin bahwa Al-Qur‟an yang dibaca merupakan sebagai do‟a keselamatan dan permohonan pertolongan kepada Allah agar dapat menjalani persalinan dengan baik.