Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Kato mandaki dalam Al- Qur'an ( Study Living Qur'an di Jorong Guguak Randah IV Koto)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•11 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

Muhammad Hanafi, NIM 4117013, Judul Skripsi: “KATA MENDAKI DALAM AL- QUR’AN (STUDY LIVING QUR’AN DI JORONG GUGUAK RANDAH KECAMATAN IV KOTO)”. Jurusan Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi 2021. Latar belakang peneliti membahas masalah ini adalah dalam adat Minangkabau ada namanya kato mandaki yang merupakan warisan adat Minangkabau yang sejalan dengan agama Islam, yang berbicara tentang norma- norma dan tata cara berbicara yang harus dipakai dari yang kecil kepada yang lebih tua, dengan berbicara sopan, santun, lemah lembut, tidak bertele- tele, dan penuh dengan kasih sayang. Akan tetapi sangat disayangkan berkembangnya zaman terabaikanlah budaya tersebut sehingga berkuranglah implementasi dari kato mandaki tersebut. Atas masalah yang disebutkan peneliti melihat di Masyarakat Jorong Guguak Randah yang menganut adat Minangkabau, peneliti ingin melihat bagaimana pemahaman Masyarakat tentang kato mandaki dan bagaimana pemahaman Masyarakat tentang ayat dari kato mandaki. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berbentuk penelitian lapangan dengan menggambarkan suatu fenomena yang terjadi pada Masyarakat Guguak Randah tentang kato mandaki. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Guguak Randah itu sendiri Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang didapat bahwa secara umum masyarakat Guguak Randah memahami kato mandaki, yaitu norma dan tatacara yang dipakai oleh yang muda kepada yang lebih tua, dengan menjalankan ajaran dalam adat yang dikuatkan dengan agama menjadikan kehidupan lebih ter- arah dan mendapatkan tujuan yang pasti dengan hasil yang diharapkan, mengaplikasikan kato mendaki ajaran dalam adat Minangkabau yang memiliki nilai moral yang tinggi bagi kehidupan dengan makna perkataan yang penuh dengan perasaan, bermanfaaat dan tidak menyinggung diiringi dengan tingkah laku yang sopan bertujuan untuk digunakan yang lebih muda kepada yang lebih tua dalam keadaan apapun, membuat kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat menjadi harmonis dan tentram, dan juga masyarakat Guguak Randah memahami ayat tersebut sebagai gambaran dari adat yang tidak dibuat- buat saja melainkan adat yang berlandaskan kepada agama yang penuh dengan kebenaran, berfungsi untuk menuntun kehidupan yang lebih baik.  

Kata kunci

kato mandaki, Living Qur'an, perkataan Qur'an

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kato mandaki dalam Al- Qur'an ( Study Living Qur'an di Jorong Guguak Randah IV Koto)2021 · oai:ais:skripsi:7727