Abstrak
ABSTRAK Masitoh. NIM: 2122496, Judul Skripsi Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Religius di SMP S IT Ruqyah Syari'ah Buya Ronah Kabupaten Pasaman Barat. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya peserta didik yang kurang disiplin dalam mengikuti program keagamaan, kurangnya kesadaran dalam mengamalkan nilai-nilai religius, serta belum optimalnya pelaksanaan pendidikan karakter religius di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi nilai-nilai pendidikan karakter religius, dan (2) faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi nilai-nilai pendidikan karakter religius di SMP S IT Ruqyah Syari'ah Buya Ronah Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), guru akhlak, wali kelas VIII, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi nilai-nilai pendidikan karakter religius dilaksanakan melalui program salat Dhuha, tahfiz Al-Qur'an, dan muhadharah. Program tersebut menanamkan nilai ketaatan beribadah, cinta terhadap Al-Qur'an, percaya diri dalam berdakwah, disiplin, dan tanggung jawab dengan menerapkan metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, cerita (qisah), perumpamaan, hukuman, dan hadiah. Pelaksanaan program secara rutin memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius santri. (2) Faktor pendukung implementasi nilai-nilai pendidikan karakter religius meliputi komitmen kepala sekolah dan guru, program keagamaan yang terjadwal, kerja sama warga sekolah, dukungan orang tua, serta sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambatnya yaitu masih adanya santri yang kurang memiliki kesadaran dan motivasi mengikuti kegiatan keagamaan, perbedaan kemampuan dalam menghafal Al-Qur'an, serta pengaruh lingkungan di luar sekolah. Meskipun demikian, sekolah terus melakukan pembinaan dan evaluasi agar implementasi pendidikan karakter religius dapat berjalan secara optimal.