Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Tradisi Mairiangan Jawi Dari Pihak Bapak Mandeh Saat Walimatul Urs di Nagari Batu Gadang Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Perspektif Maslahah

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•8 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Tradisi Mairiangan Jawi Dari Pihak Bapak Mandeh Saat Walimatul Urs Di Nagari Batu Gadang Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Perspektif Maslahah Mursalah” yang ditulis oleh Iren Kalista, NIM 1122078, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal alSyakhsiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya tradisi mairiangan jawi dari pihak bapak mandeh saat walimatul urs di Nagari Batu Gadang Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman, tradisi ini dilatarbelakangi dengan adanya kebiasaan masyarakat dalam acara walimah. Namun dalam praktik mairiangan jawi sepertinya terdapat keberatan dari pihak bapak mandeh dalam memberikan saikue jawi karena kesulitan ekonomi serta gaya hidup yang sudah berubah menyebabkan tata cara pelaksanaan tradisi ini sedikit berbeda. Penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumnetasi. Sedangkan yang menjadi informan penelitian adalah wali nagari Batu Gadang, ninik mamak Nagari Batu Gadang dan masyarakat Nagari Batu Gadang Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten padang Pariaman. Adapun dalam menganalisis data penulis menggunakan metode analisis kualitatif dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mairiangan jawi oleh bapak mandeh dalam walimatul urs di Nagari Batu Gadang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penetapan hari alek oleh keluarga anak daro, penyampaian undangan dari keluarga anak daro kepada pihak bapak mandeh, musyawarah pihak bapak mandeh untuk menentukan persiapan, hingga pelaksanaan arak-arakan saikue jawi pada hari alek yang disambut secara adat oleh pihak keluarga anak daro. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan, kebersamaan dan dukungan keluarga dalam pelaksanaan walimatul urs. Ditinjau dari perspektif maslahah mursalah, tradisi mairiangan jawi diperbolehkan dalam syariat Islam karena tidak bertentangan dengan nash, tidak mengandung unsur kezaliman maupun mudharat, serta membawa manfaat berupa mempererat hubungan kekeluargaan, persatuan dan nilai sosial masyarakat.

Kata kunci

Tradisi, Walimatul Urs, Mairiangan Jawi, Maslahah Mursalah

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Mairiangan Jawi Dari Pihak Bapak Mandeh Saat Walimatul Urs di Nagari Batu Gadang Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman Perspektif Maslahah2026 · oai:ais:skripsi:20294

Publikasi terkait