Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2023Versi 1

Tradisi Lapeh Kawua Padi di Jorong Petok Kecamatan Panti kabupaten Pasaman (2000-2010)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Sejarah Peradaban Islam•14 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi atas nama Amratul Wahyunus, NIM. 4419008, Program studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Tradisi Lapeh Kawua Padi di Jorong Petok Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman (2000-2010).” Petok merupakan sebuah jorong yang terletak di Kabupaten Pasaman yang dibelah oleh jalan lintas Sumatera. Di jorong ini terdapat keunikan dan tradisi-tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakatnya. Salah satunya adalah tradisi Lapeh Kawua Padi. Tradisi Lapeh Kawua Padi merupakan Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat hendak turun ke sawah dan setelah panen raya dilaksanakan. Dalam pelaksanaan tradisi tersebut terdapat sebuah keunikan yaitu acara ini dilaksanakan di komplek jiraik atau makam datuak Jindo Zainudin. Namun seiring perkembangan zaman tradisi ini sudah tidak se meriah sebelum mengenal adanya gadget atau media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah singkat Tradisi Lapeh Kawua Padi, proses pelaksanaan yang terjadi dalam dalam kurun waktu 2000-2010, serta makna yang terkandung dalam tradisi Lapeh Kawua Padi tersebut. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kulaitatif yang bersifat deskriptif-naratif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang melalui 4 tahapan yaitu: 1) heuristik atau pengumpulan sumber, 2) kritik sumber, 3)Interpretasi, penafsiran terhadap fakta sejarah yang diperoleh dari data-data selama penelitian, 4) Historiografi, penulisan hasil penelitian ke dalam bentuk skripsi dengan sistematika sesuai buku pedoman penulisan skripsi Prodi SPI UIN Sjech M djamil Djambek Bukittinggi. Hasil penelitian menujukkan bahwa tradisi Lapeh Kawua Padi sudah dilaksanakan sejak zaman dahulu oleh para leluhur, kemudian pada tahun 2000 pelaksanaan tradisi Lapeh Kawua Padi tetap dilaksanakan walaupun pada tahun tersebut kondisi ekonomi masyarakat Jorong Petok tergolong tidak stabil. Pada tahun 2001-2006 pelaksanaan tradisi Lapeh Kawua Padi dilaksanakan kembali dengan suka cita oleh seluruh masyarakat Jorong Petok karena dalam rentang waktu tersebut kondisi ekonomi masyarakat jorong Petok mengalami kenaikan yang sangat memuaskan serta keadaan penduduk menjadi lebih makmur yang berbanding terbalik dengan tahun 2000. Berikutnya pada tahun 2007-2010 pelaksanaan tradisi Lapeh Kawua padi kembali dilaksanakan seperti biasanya, keadaan ekonomi masyarakat tergolong baik namun tidak seperti tahun 2001-2006 yang hasil panen masyarakat meningkat pesat. Dalam tradisi Lapeh Kawua Padi juga terdapat makna bagi seluruh elemen masyarakat, bahwasanya dalam tradisi ini terkandung makna yaitu untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen yang melimpah serta menjaga kedamaian kampung dari semua hal-hal yang tidak baik. Selain itu tujuan pelaksanaan tradisi Lapeh Kawua Padi di makam leluhur kampung ialah sebagai bentuk perhormatan terhadap jasa-jasa leluhur yang telah membangun serta menjadikan kampung lebih baik. Oleh karena itu, masyarakat mendoakan arwah beliau semoga ditempatkan disisi terbaik oleh Allah SWT.

Kata kunci

Kata Kunci: Tradisi, Lapeh Kawua Padi, Petok

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Lapeh Kawua Padi di Jorong Petok Kecamatan Panti kabupaten Pasaman (2000-2010)2023 · oai:ais:skripsi:13891

Publikasi terkait