Abstrak
Tesis ini dilatar belakangi oleh hasil observasi yang dilakukan di SDIT Raissalam. Media pembelajaran pendidikan seksual yang digunakan saat ini masih didominasi oleh buku dan penjelasan guru sehingga dibutuhkan media pembelajaran audiovisual yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana desain, pengembangan, validitas, praktikalitas, dan efektivitas media pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode RnD (Research and Development) Model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Sampel pada penelitian ini adalah kelas VB dengan jumlah siswa sebanyak 34 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes dan angket. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji praktikalitas dan uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa media video pendidikan seksual berbasis nilai-nilai agama Islam dikembangkan melalui empat tahap, yaitu define yang meliputi analisis kebutuhan, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep, dan perumusan tujuan pembelajaran; design yang meliputi penyusunan naskah, storyboard, desain karakter, pembuatan animasi, pengisian suara, dan penyuntingan video; develop yang meliputi validasi ahli, revisi produk, dan uji coba terbatas; serta disseminate melalui implementasi dan penyebarluasan produk di sekolah. Validasi yang dilakukan oleh ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi, media video animasi yang dikembangkan dinyatakan valid. Hasil uji praktikalitas peserta didik, diperoleh persentase praktikalitas sebesar 89,67%, termasuk dalam kategori sangat praktis, Hasil uji praktikalitas yang dilakukan terhadap guru diperoleh persentase praktikalitas sebesar 93,3% termasuk dalam kategori sangat praktis. Hasil analisis N-Gain diperoleh nilai sebesar 0,752 yang termasuk dalam kategori tinggi. Disimpulkan bahwa media video animasi berbasis nilai-nilai agama Islam yang dikembangkan dinyatakan valid, prkatis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik mengenai pendidikan seksual di sekolah dasar.