Abstrak
Skripsi yang berjudul “Komunikasi Antarbudaya Dalam Menjalin Kerukunan Antara Masyarakat Minang Dengan Jawa Di Nagari Bancah Kariang Kabupaten Pasaman Barat” ini disusun oleh Vingky Alvyonita dengan NIM 4322033 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang dari penelitian ini adalah komunikasi antarbudaya antara masyarakat Minang dengan Jawa di Nagari Bancah Kariang. Nagari ini merupakan wilayah multietnis yang dihuni oleh masyarakat Minang sebagai penduduk lokal dan masyarakat Jawa yang dihuni oleh masyarakat Jawa yang hadir melalui program transmigrasi sekitar tahun 1970-an. Keberagaman latar belakang budaya, bahasa, dan kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan hambatan komunikasi bahkan memicu konflik antar suku apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam bagaimana pola komunikasi antarbudaya berlangsung antara masyarakat Minang dan Jawa di Nagari Bancah Kariang serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung yang menjaga kerukunan sosial di Tengah keberagaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Adapun sumber data dari penelitian terdiri dari Tokoh masyarakat serta warga Minang dan Jawa yang terlibat langsung dalam kehidupan sosial di Nagari Bancah Kariang. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan menggunakan. Keabsahan data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi antarbudaya didominasi oleh pola konvergensi melalui penggunaan bahasa Indonesia, penyesuaian gaya berbicara, dan sikap saling menghormati. Selain itu, ditemukan pola Divergensi situasional sebagai bentuk ekspresi identitas budaya dalam konteks tertentu tanpa mengganggu keharmonisan sosial. Kerukunan sosial didukung oleh kemampuan adaptasi masyarakat, tujuan bersama untuk menjaga keharmonisan, integrasi melalui berbagai kegiatan sosial dan adat, serta pemeliharaan nilai-nilai adat dan norma sosial. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan sosial antara masyarakat Minang dan Jawa di Nagari Bancah Kariang terbentuk melalui proses komunikasi antarbudaya yang akomodatif dan didukung oleh sistem sosial yang berfungsi secara seimbang.