Abstrak
Skripsi ini atas nama RISKA HANNUM, NIM 4318028, dengan judul “KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PROSES ASIMILASI SUKU TAPANULI DAN SUKU MINANG DI DESA DURIAN KADAP KABUPATEN PASAMAN”. Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2022 Penelitian ini mengkaji tentang komunikasi antarbudaya dalam proses asimilasi suku Tapanuli dan suku Minang di Desa Durian Kadap Kabupaten Pasaman. Pernikahan Antarbudaya dapat menghasilkan proses Asimilasi dalam keluarga yang menikah antarras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi Antarbudaya yang terjadi dalam proses Asimilasi perkawinan antara suku Tapanuli dan suku Minang di Desa Durian Kadap, Kenagarian Bahagia Padang Galugua. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif yang menekankan pada kasus-kasus tertentu yang terjadi dalam objek analisis. Metode ini menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis data. Informan dalam penelitian ini adalah tiga pasangan suami-istri pernikahan campuran suku Tapanuli dan suku Minang di Desa Durian Kadap Kabupaten Pasaman. Sedangkan dalam untuk menganalisis data yang telah terkumpul penulis menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi Antarbudaya dapat terjalin dengan baik dan efektif di antara ketiga pasang. Pernikahan campuaran terjadi ketika sifat etnosentrisme dihilangkan. Cara mengatasi sikap etnosentrisme adalah dengan sifat terbuka dan mau belajar tentang budaya orang lain. Semua informan telah berusaha untuk menghormati dan menghargai, mengakui perbedaan budaya dalam pernikahan dan mengikuti budaya pasangannya. Terjadi perubahan cara pandang (agama, nilai dan perilaku) berdasarkan kepala keluarga. Arah adaptasi dan pembauran (asimilasi) tekait degan kepala keluarga baik dari suku Minang maupun suku Tapanuli. Penguasaan suku dan budaya oleh etnis suku Minang juga terjadi terhadap etnis suku Tapanuli. Terjadi proses Asimilasi secara terus-menerus dan sudah berlangsung cukup lama tehadap etnis suku Minang. Bahasa, pola budaya, pergaulan dan pola asuh anak disesuaikan dengan etnis suku Tapanuli. Lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh besar terhadap proses asimilasi dalam perkawinan campuran tersebut