Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena menurunnya penerapan nilai-nilai religius di kalangan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Padang Pariaman. Meskipun mereka mendapatkan pembelajaran Akidah Akhlak secara rutin, sebagian siswa masih belum mampu menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dalam perilaku sehari-hari. Hal tersebut tampak dari kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan ibadah, kebiasaan berkata kasar, hingga perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama seperti bermain gim saat waktu sholat. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan sarana ibadah, waktu kegiatan keagamaan yang sempit, serta kurangnya dukungan dari orang tua dan pengaruh negatif media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi problematika yang dihadapi guru Akidah Akhlak dalam mengimplementasikan karakter religius siswa, strategi yang diterapkan, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru untuk mengatasinya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk problematika yang dihadapi guru Akidah Akhlak dalam mengimplementasikan karakter religius siswa di MTsN 4 Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru Akidah Akhlak, guru Fikih, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah, serta dokumentasi untuk memperkuat hasil temuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru akidah akhlak menghadapi berbagai problematika dalam menanamkan karakter religius kepada siswa. faktor utama berasal dari rendahnya motivasi dan kesadaran religius siswa, pengaruh lingkungan keluarga yang kurang mendukung, serta pengaruh media sosial yang menjauhkan siswa dari nilai-nilai spiritual. Dari sisi internal madrasah, guru juga menghadapi keterbatasan waktu pembelajaran, sarana mushola yang tidak memadai, serta kurangnya sinergi antar guru dalam mendukung program keagamaan. Meskipun demikian, guru tetap berupaya mengatasi kendala tersebut melalui strategi pembiasaan, keteladanan, pendekatan personal, serta integrasi nilai-nilai akidah akhlak dalam seluruh kegiatan sekolah. guru juga menjalin kerja sama dengan orang tua dan guru mata pelajaran lain agar pembentukan karakter religius menjadi tanggung jawab bersama.