Abstrak
Skripsi ini berjudul “Tinjauan Fiqh Muamalah terhadap Potensi Tadlis dalam Transaksi Mystery Box di E-Commerce Shopee” yang disusun oleh Nahdiatur Rahman, NIM 1221052, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik jual beli mystery box di platform Shopee dalam perspektif fiqh muamalah, dengan fokus pada potensi terjadinya unsur tadlis (penipuan), yaitu suatu bentuk pelanggaran akad yang terjadi ketika penjual menyembunyikan informasi penting mengenai barang yang diperjualbelikan. Meskipun terdapat unsur kerelaan dari pihak pembeli, akad tetap dapat dianggap cacat apabila dilakukan dalam kondisi ketidaktahuan terhadap objek transaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kajian literatur dari kitab-kitab fiqh klasik maupun kontemporer, jurnal ilmiah, artikel, serta referensi hukum Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara normatif terhadap ketentuan fiqh muamalah, khususnya yang berkaitan dengan prinsip kejelasan (bayān) dan kejujuran (ṣidq) dalam transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli mystery box memiliki potensi besar mengandung unsur tadlis karena informasi mengenai objek akad tidak dijelaskan secara transparan oleh penjual. Meskipun pembeli menyetujui transaksi, ketidaktahuan terhadap isi barang menyebabkan akad kehilangan keabsahannya dalam pandangan fiqh, sebagaimana ditegaskan dalam prinsip an tarāḍin minkum (QS. An-Nisā’: 29). Oleh karena itu, praktik jual beli seperti ini perlu dikaji ulang dan diawasi secara syar’i agar tidak merugikan salah satu pihak dan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip fiqh muamalah.