Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Holila Tunnisa, Nim: 2121093 dengan judul “Penerapan Strategi Pembelajaran Pendekatan Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MTsN 02 Pasaman Barat” jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Bukittinggi Tahun 1446 H/ 2025 M. Adapun yang melatar belakangi penelitian ini adalah Proses pembelajaran dalam pendidikan memiliki peran penting untuk menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan, oleh karena itu guru sebagai pendidik juga ikut berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga dapat menanggulangi adanya respon pasif dari peserta didik. Salah satu inovasi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik yaitu dengan menerapkan pembelajaran berbasis multiple intelligences yang mana pembelajaran ini berpusat pada peserta didikdan disajikan dengan mempertimbangkan tipe kecerdasan peserta didik yang beragam, sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman sesuai gaya belajar yang dibutuhkan Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran Multiple Intelligences dalam mata pelajaran Akidah Akhlak serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di MTsN 02 Pasaman Barat pada kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru Akidah Akhlak, kepala sekolah, dan siswa kelas VIII, observasi partisipatif di kelas, serta studi dokumentasi (RPP, kurikulum, data siswa). Teknik analisis data melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran pendekatan Multiple Intelligences di MTsN 02 Pasaman Barat melibatkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengoptimalkan beragam jenis kecerdasan peserta didik, meliputi kecerdasan verbal-linguistik, visual-spasial, musikal, logis-matematis, dan interpersonal. Pembelajaran dilaksanakan melalui tahapan Alpha Zone, penggunaan Teaching Aids, dan kegiatan inti seperti ceramah, mind mapping, pembacaan ayat, diskusi, penayangan video, serta tugas individu. Faktor pendukung implementasi strategi ini antara lain kebijakan sekolah yang mendukung inovasi, fasilitas pembelajaran yang memadai, dan kolaborasi guru. Namun, terdapat juga faktor penghambat, seperti perencanaan pembelajaran yang kurang optimal dan tantangan dalam pelaksanaan strategi secara komprehensif. Secara keseluruhan, pendekatan ini terbukti berpusat pada peserta didik, memungkinkan pembelajaran sesuai gaya belajar masing-masing, dan berkontribusi pada pengembangan potensi mereka secara optimal.