Abstrak
Skripsi ini yang berjudul “Problematika Perilaku Siswa dan Upaya Guru dalam Mengatasinya pada Pembelajaran PAI di MTsN 2 Pasaman Barat” yang ditulis oleh Ike Dian Fitri NIM 2119246, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang melenceng dari ajaran agama Masih ada pelanggaran-pelanggaran yang tidak sesuai dengan ajaran Pendidikan Agama Islam dilakukan peserta didik. Hal ini membuktikan bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam belum bisa tercapai. Permasalahan yang cukup kuat yaitu kurangnya kedisiplinan siswa, kurangnya sopan santun terhadap guru, kurang menghargai guru, kurang menghormati guru, kurang jujur, perkelahian antara sesama pelajar serta bullying antara sesama teman. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Penelitian ini berlokasi di MTsN 2 Pasaman Barat. Dalam hal ini yang menjadi informan utama adalah siswa MTsN 2 Pasaman Barat dan informan pendukung adalah guru PAI, kepala madrasah, waka kurikulum dan guru BK. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi, wawancara dengan informan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Problematika akhlak siswa MTsN 2 Pasaman Barat masih banyak terdapat akhlak siswa yang melenceng dari pada ajaran agama masih terdapat siswa yang akhlaknya kurang baik, baik di lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga maupun dilingkungan sekolah. Namun akhlak siswa yang buruk ini tidaklah menjuru kepada tindak criminal tingkat tinggi namun hal ini harus menjadi perhatian bagi orang tua, guru, dan pihak sekolah. 2. Penyebab terjadinya problematika perilaku siswa karena yang pertama yaitu faktor dari diri sendiri, kedua kurangnya perhatian orang tua terhadap anak, faktor teman sebaya. 3. Berbagai macam upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan akhlak siswa seperti pemberian nasehat sampai kepada pemberian hukuman kepada siswa yang melanggar. Pemberian sanksi atau hukuman yang dilakukan oleh pihak Guru dan sekolah MTsN 2 Pasaman Barat tidak menjuru kepada tindak kekerasan bagi siswa melainkan pemberian hukuman ringan sebagai tanda efek jera untuk tidak mengulang kembali kesalahan yang dilakukan seperti membersihkan halaman, membersihkan taman, membersihkan kantor dan lain-lain.