Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Persepsi Masyarakat Purba Baru tentang Ayat Seribu Dinar sebagai Pelancar Dagangan.

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•7 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Nur Aisyah, NIM 4120063, Judul Skripsi: “Persepsi Masyarakat Purba Baru Tentang Ayat Seribu Dinar Sebagai Pelancar Dagangan (Studi Living Qur’an di Desa Purba Baru Kabupaten Mandailing Natal)”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2025. Latar Belakang dari skripsi ini adalah adanya kebiasaan pengamalan ayat seribu dinar yang cukup berbeda dengan pengamalan yang tidak ditemukan pada daerah lain pada umumnya. Pengamalan ayat seribu dinar dilakukan sebelum berdagang, serta diamalkan sebagai wirid. Tidak lupa juga diiringi dengan do’a, usaha, dan tawakkal. Dengan begitu, masyarakat yang berdagang merasa bahwa rezekinya selalu tercukupi, hidup tentram, dan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif jenis penelitian lapangan (field reaserch) menggunakan pendekatan fenomenologi yang dengan landasan teori persepsi Alex Sobur. Menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah praktik pengamalan masyarakat Purba Baru tentang ayat seribu dinar yang dipercaya dapat melancarkan dagangan, dengan cara pengamalan dibaca ataupun dalam bentuk tulisan. Adapun pengamalan dengan cara dibaca, yang mana ayat seribu dinar dibaca setelah selesai shalat. Sedangkan pengamalan dengan cara ditulis yaitu ayat seribu dinar ditulis di atas kertas, kemudian tulisan tersebut direndam pada wadah berisi air hingga tulisan luntur, lalu disiramkan ataupun dipercikkan di sekeliling halaman tempat berjualan sebelum membuka toko. Persepsi masyarakat Purba Baru terhadap ayat seribu dinar dipengaruhi oleh seleksi informasi, interpretasi terhadap maknanya, serta reaksi yang ditunjukkan dalam tindakan sehari-hari. Ayat seribu dinar diyakini sebagai ayat yang menjadi simbol penting dalam memperlancar dagangan. Persepsi ini menunjukkan kekuatan hubungan antara keyakinan spiritual dan praktik ekonomi dalam kehidupan masyarakat Purba Baru. Kata Kunci: Persepsi, Praktik, Ayat Seribu Dinar.

Kata kunci

Persepsi, Praktik, Ayat Seribu Dinar.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Persepsi Masyarakat Purba Baru tentang Ayat Seribu Dinar sebagai Pelancar Dagangan.2025 · oai:ais:skripsi:17048

Publikasi terkait