Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Persepsi Masyarakat Tentang Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 (Studi Kasus Nagori Pematang Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•7 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Perspektif Masyarakat Tentang UU Perkawinan di Indonesia (study Kasus Nagori Pematang Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok KAbupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara)” yang disusun oleh Intan Ayu Agustin (1117079) Jurusan Huum Keluarga Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Yang mana maksud dari judul tersebut adalah bagaimana pandangan masyarakat tentang UU Perkawinan di Indonesia Khususnya tentang Nikah Dan Cerai Secara Sirri. Motivasi penulis dalam membahas judul ini adalah karena ini tau bagaimana pandangan masyarakat Desa Pematang Dolok Kahean tentang UU Perkawinan di Indonesia. Yang mana disini penulis lebih terfokus pada kasus Nikah dan Cerai Secara Sirri. Karena jika penulis lihat banyaknya masyarakat yang melakukan Nikah maupun Cerai begtu saja tanpa tercatat oleh Negara. Apakah yang menyebabkan mereka dengan mudahnya melakukan itu, apakah karena tidak mengertahui tentang UU yang mengaturnya atau ada hal yang lain yang menyebabkan mereka harus mengambil jalan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Objek penelitian adalah masyarakat Desa Nagori Pematang Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara yang dilakukan kepada masarakat Desa Nagari Pematang Dolok Kahean Mulai dari orang yang melakukan nikah dan cerai secara sirri, mahasiswa, mayarakat setempat sampai dengan perwakilan salah satu dari aparatur pemerintahan desa. Data yang penulis dapatkan menghasilkan data deskriptif yaitu kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang yang penulis wawancarai. Dari hasil penelitiandapat penulis simpulkan bahwa Kawin cerai secara sirri merupakan perkawinan dan juga perceraian yang dilakukan hanya berdasarkan hukum islam saja, dengan kata lain hanya memenuhi rukun dan syarat dari perkawinan dan juga perceraian itu. Sedangkan hukum yang telah diatur oleh Undang-undang mereka tidak melakukannya. Dengan kata lain mereka tidak melakukan semuanya sesuai dengan prosedur yang ada.Kawin cerai secara sirri ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: faktor pemahaman terhadap aturan hukum, faktor kurangnya kesadaran hukum pada masyarakat, faktor ekonomi dan juga faktor sosial masyarakat.

Kata kunci

Persepsi, Undang-Undang, Perkawinan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Persepsi Masyarakat Tentang Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 (Studi Kasus Nagori Pematang Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara2021 · oai:ais:skripsi:8593

Publikasi terkait